Kabar Jokowi
Friday, October 24, 2014

Benarkah Ini Formasi Terakhir Kabinet Jokowi? - Tribunnews


Warta Kota/henry lopulalan


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana serta Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan istri Veronika Tan sebelum pergi ke Istana di Rumah Dinas Gubenur, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014). Ahok bersama jajaran pimpinan pemprov DKI menghatarkan Mantan Gubenur Jokowi yang secara resmi tinggal di Istana Negara setelah dilantik menjadi Presiden RI beberapa waktu lalu. Warta Kota/henry lopulalan




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hingga Jumat (24/10/2014) sore, Presiden Joko Widodo maupun Wakil Presiden Jusuf Kalla belum menunjukkan tanda-tanda akan mengumumkan kabinetnya. Calon-calon menteri yang akan mengisi kabinet tersebut juga masih menjadi tanda tanya.


Berdasarkan sumber Kompas.com di kalangan elite sekitar Jokowi, ada sejumlah perubahan nama kementerian jika dibandingkan dengan Kabinet Indonesia Bersatu II. Selain itu, bidang kemaritiman tidak berada dalam kementerian koordinator, tetapi pada pos kementerian.


Dari daftar tersebut, masih ada empat kementerian yang belum terisi, yakni Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.


Berikut proyeksi susunan kabinet tersebut. 1. Wiranto diprediksi menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan KeamananSelain itu, ada beberapa tokoh yang diproyeksi akan menduduki posisi penting untuk membantu Jokowi, yakni: - Luhut Binsar Panjaitan diproyeksikan menjadi Kepala Staf Kepresidenan- Anis Baswedan dicalonkan menjadi Staf Kepresidenan- Putra Nababan dipersiapkan menjadi Staf Kepresidenan- Andi Wijayanto diperkirakan menjadi Staf Sekretaris Negara- Mirza Adityaswara diproyeksikan menjadi Gubernur BI/Direktur Jenderal Pajak 2. Ryamizard Ryacudu dicalonkan menjadi Menteri Pertahanan3. Tjahjo Kumolo dipersiapkan menjadi Menteri Dalam Negeri4. Retno Marsudi diprediksi menjadi Menteri Luar Negeri5. Niken Widiastuti diproyeksikan menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika6. Saldi Isra diperkirakan menjadi Hukum dan Hak Asasi Manusia/Menteri Luar Negeri7. Puan Maharani diproyeksikan menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat8. Ferry Mursidan diproyeksikan menjadi Menteri Agraria dan Pertanahan9. Siti Nurbaya dicalonkan menjadi Menteri Kehutanan/Lingkungan10. Yuddy Chrisnandi diproyeksikan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga11. Din Syamsudin diproyeksikan menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan12. Lukman Hakim dicalonkan menjadi Menteri Agama13. Komarudin Hidayat diproyeksikan menjadi Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah14. Sudharto diproyeksikan menjadi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi15. Marwan Ja'far diproyeksikan menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal16. Hanif Dhakiri diproyeksikan menjadi Menteri Tenaga Kerja, Desa Tertinggal, dan Transmigrasi/Kepala BNPTKI17. Sofyan Djalil diproyeksikan menjadi Menteri Koordinator Perekenomian18. Rini Soemarno dicalonkan menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara19. Khofifah Indar Parawansa diperkirakan menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah20. Bambang Brojonegoro dipersiapkan menjadi Menteri Keuangan21. Rahmat Gobel diproyeksikan menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan22. Kuntoro Mangkusbroto diproyeksikan menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral23. Ignatius Jonan diproyeksikan menjadi Menteri Transportasi24. Basuki Hadimuljono diproyeksikan menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat25. Agus Suhartono diproyeksikan menjadi Menteri Maritim26. Indroyono Soesilo dipersiapkan menjadi Menteri Agraria/Kedaulatan Pangan27. Susi Pudjiastuti diproyeksikan menjadi Kementerian Pariwisata28. Hasto Kristiyanto diproyeksikan menjadi Menteri Sekretaris Negara29. Pramono Anung diproyeksikan menjadi Sekretaris Kabinet30. HM Prasetyo diproyeksikan menjadi Jaksa Agung Entities Related Keywords Authors Media Images 0

3 Calon Ini Lantang Menolak Jadi Menteri Jokowi - Tempo.co

Jum'at, 24 Oktober 2014 | 18:15 WIB



Jenderal (Purn), Abdullah Makhmud Hendropriyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto


TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo belum juga mengumumkan siapa para pembantunya selama lima tahun pemerintahannya mendatang. Dia sudah memanggil sejumlah nama calon menteri ke Istana Negara. Toh, tidak sedikit yang terang-terangan menolak tawaran menjadi menteri di kabinet Jokowi. Siapa saja mereka? (Baca: Jusuf Kalla: Menteri Dilantik Senin Pekan Depan)1. MUHAIMIN ISKANDAR Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini sebelumnya disebut-sebut sebagai calon Menteri Koordinator Pendidikan, Budaya, dan Pembangunan Manusia. Beberapa saat setelah muncul adanya kabar rapor merah sejumlah calon menteri, Muhaimin mengumumkan tidak bersedia menjadi pembantu Jokowi di kabinet. (Baca: Ini Jejak 8 Calon Baru untuk Kabinet Jokowi)Melalui akun Twitter pribadinya @MuhaiminIskndr, Muhaimin keberatan jika menduduki jabatan ganda menjadi Ketua Umum PKB dan Menteri. 'Kayaknya aku lebih memilih konsentrasi jadi ketua umum PKB, karena memang lebih baik tidak merangkap dengan jabatan menteri. Mohon dukungan,' cuitnya. (Baca: Akhirnya, Nama 34 Menteri Kabinet Jokowi Rampung)2. RICHARD JOOST LINO Nama lain yang menolak menjadi menteri adalah Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino. Karena itu dia tak mempermasalahkan ketika nanti ada yang tak setuju dengan pencalonannya sebagai menteri. 'Saya juga gak mau jadi menteri kok,' kata Lino di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2014. (Baca: Ini Beberapa Calon Baru Kabinet Jokowi)Lino sempat digadang-gadang menjadi kandidat Menteri Koordinator Maritim, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup. Lino disebut bersaing dengan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Tedjo Edhy Purdijatno dan Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur Organisasi Pangan Dunia (FAO) Indroyono Soesilo. (Baca: Presiden Jokowi dan Istananya yang Tak Ramah) 3. ABDULLAH MAKHMUD HENDROPRIYONOMantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Purnawirawan Abdullah Makhmud Hendropriyono mengatakan tak pantas jika disebut masuk dalam bursa calon menteri pemerintahan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla. Dia beralasan umurnya sudah tak pantas menduduki jabatan menteri. (Baca: Macam-macam Reaksi Calon Menteri Jokowi) 'Masak umur 70 tahun begini jadi menteri, emang (Jokowi) mau?' kata Hendropriyono kepada wartawan di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014. Namanya disebut masuk bursa Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Dia akan bersaing dengan sesama purnawirawan jenderal, yakni Luhut Binsar Panjaitan, Ryamizard Ryacudu, dan Fachrul Razi.WAYAN AGUS PURNOMOBerita TerpopulerAkhirnya, Nama 34 Menteri Kabinet Jokowi Rampung Calon Menteri Dilabel Merah, Jokowi Tepok JidatMenggilai Aktris, Anak Jokowi Malah Ditaksir GayDikabarkan Coret Rini, JK: Siapa yang Tak Setuju?Naik Taksi, Putri Jokowi Akhirnya Ikuti Tes CPNS


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Kabinet Jokowi Bukan Suprise Lagi untuk Investor - Okezone


JAKARTA - Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga diumumkan. Hal ini pun dinilai sudah tidak banyak berpengaruh ke pasar modal.


Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG)bukan dipengaruhi sentimen kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Namun, pergerakannya dipengaruhi oleh sentimen global.



Menurut Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan, sentimen kabinet sudah tidak berpengaruh lagi. Namun, melemahnya IHSG lebih kepada momen teknikal correction.


'Bagi investor, kabinet Jokowi sudah tidak surprise lagi. Melemahnya IHSG karena pasar memanfaatkan kondisi bursa luar yang cukup bagus, ' tuturnya kepada Okezone, Jumat (24/10/2014).


Dugaan pengaruh sentimen kabinet Presiden Jokowi mulai pudar, lantaran banyaknya media yang aktif memberitakan nama-nama susunan menteri. Selain itu, terdapatnya manufaktur unilever yang kurang bagus pada kuartal ketiga, dianggap membuat pelaku pasar melihat peluang untuk melihat sektor lain.


'Sehingga, pelaku pasar beranggapan ini merupakan tahap yang tepat, ' paparnya.


(rzk)


berita lainnya


IHSG akhir pekan ini ditutup melemah. Dalam sehari, IHSG tercatat turun 30,45 poin atau 0,6 persen ke 5.073,07.


PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menerbitan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp725 miliar.


Bagi investor, kabinet Jokowi sudah tidak surprise lagi. Melemahnya IHSG karena pasar memanfaatkan kondisi bursa luar yang cukup bagus.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka melemah. Meski demikian, IHSG tetap bertahan di level 5.100.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan akhir pekan.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Saat Kaesang Jokowi Tukar Menu Ayam Si Bapak - Tempo.co

Jum'at, 24 Oktober 2014 | 10:28 WIB



Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo. (Instagram/kaesangp)


TEMPO.CO, Jakarta - Ada kejadian unik saat putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, melakukan ibadah umrah bersama keluarganya ke Arab Saudi. Dalam perjalanan, Kaesang mencuri makanan milik ayahnya.Aksi jahil Kaesang itu ditulis dalam blog pribadinya, Misterkacang.blogspot.com, pada 17 Agustus 2014. Cerita ini menarik perhatian setelah Jokowi dilantik menjadi presiden ketujuh Indonesia. Kaesang bercerita, dalam perjalanan umrah, seorang pramugari menanyakan menu makanan yang dia minta untuk berbuka puasa. (Baca: Kaesang Lebih Suka Transportasi di Indonesia )Ada dua pilihan yang ditawarkan pramugari, yakni menu ayam dan ikan. 'Ayam aja mbak,' ujar Kaesang. Namun, Kaesang heran melihat respons pramugari yang menggelengkan kepala setelah dia memesan menu itu.Kaesang takut ucapannya itu membuat pramugari tersinggung. Ternyata, ucapannya kurang didengar dengan jelas oleh pramugari. ' Ohh, tadi adek pesen apa ya? Saya nggak dengar tadi,' ujar pramugari. Kaesang pun kembali menyebutkan memesan menu ayam. (Baca: Kaesang Jokowi Mengidolai Pedangdut Agung Hercules )Selang beberapa saat, makanan berbuka Kaesang dan keluarganya pun sampai. Namun, alangkah kagetnya Kaesang ketika ia mendapati makanannya berupa ikan. Padahal dia ingin memakan ayam. Tapi dia tidak kehabisan akal. Dia melirik-lirik menu makanan kakak dan kedua orang tuanya.Ternyata hanya ayahnya yang mendapatkan menu makanan dengan lauk ayam. Kaesang pun merayu sang ayah agar bersedia bertukar makanan dengannya. (Baca: Jokowi: Jika KPK Umumkan Sekarang, Saya Juga )'Pak, tuker makanan mau nggak? Ini aku ini dapat yang ikan padahal minta yang ayam tadi,' kata Kaesang. Tapi Jokowi menjawab, ' Nggak mau, bapak lagi pengen makan ayam.'Karena ngebet ingin memakan ayam, Kaesang pun meracik strategi. Dia mengajak ayahnya bercakap-cakap sambil menyelinapkan tangannya untuk menukar makanan sang ayah dengan makanannya.'Bapak, cuacanya cerah banget ya?' tanya Kaesang sambil menukar makanan ayahnya. Jokowi yang tidak merasa ada gelagat mencurigakan menimpali ucapan anaknya. 'Ya bapak mana tau cerah atau nggak, bapak bukan peramal cuaca,' ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.'Ohh bapak bukan peramal cuaca to?? Kirain,' ujar Kaesang, yang berhasil menukar ayam ayahnya dengan ikan miliknya.Seusai percakapan tersebut, Jokowi pun menyantap makanannya. Namun ia heran saat makanannya tidak terasa seperti daging ayam. 'Ini kok ayamnya bapak rasanya kayak ikan gini?' kata Jokowi. Kaesang pun menyahut, 'Mungkin tadi ayamnya makan ikan sebelum disembelih, jadi rasanya jadi begitu.'TRI SUSANTO SETIAWAN


Terpopuler:Depok Jadi Kota Termacet, DPRD: Memang Layak Polisi Tewas Ditabrak Kereta Punya Istri HamilBogor Disebut Termacet, Bima Arya ProtesWali Kota Bima Arya Janji Bereskan Kemacetan Bogor


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Ini Beberapa Calon Baru Kabinet Jokowi - Tempo.co

Jum'at, 24 Oktober 2014 | 13:16 WIB



Jokowi bersiap untuk pemotretan dengan konsep sesuai dengan asal-muasalnya, yakni tukang kayu mebel. Tempo/Ratih Purnama


TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengkonsultasikan rekam jejak 25 nama baru calon menteri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Semua nama itu disiapkan guna mengganti sejumlah nama yang dicoret atas rekomendasi KPK dan PPATK. Presiden memanggil calon-calon baru itu kemarin ke Istana untuk diwawancara. Mantan Deputi Tim Transisi Pemerintahan Hasto Kristiyanto membenarkan pemanggilan mereka terkait dengan penyusunan kabinet. 'Nama-nama yang tadi datang dimintai pertimbangan terkait pengalaman pada pemerintahan sebelumnya,' kata Hasto, Kamis, 23 Oktober 2014. Mereka di antaranya Direktur Utama Susi Air Susi Pudjiastuti serta dua politikus Partai Kebangkitan Bangsa, Hanif Dhakiri dan Imam Nahrawi. PKB juga menyorongkan Rektor Universitas Diponegoro Muhammad Nasir. Seorang lagi, Enggartiasto Lukito, politikus Partai NasDem. Menurut sejumlah orang yang mengetahui penyusunan kabinet, Jokowi memplot Susi menjadi Menteri Pariwisata. Adapun Enggartiasto sebagai Menteri Perumahan dan Pekerjaan Umum. Belum diketahui posisi untuk para calon dari PKB. (Baca: Rilis Kabinet Batal, PDIP: Tak Ada Intervensi KPK) Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar yang datang bersama rekannya satu partai mengatakan mereka diundang makan siang oleh Jokowi sambil berbincang pelbagai hal. 'Selintas bicara kabinet,' katanya. Adapun Susi membantah ditawari kursi menteri. ' Ngobrol sebentar tentang penerbangan, perikanan, dan banyak hal,' ujarnya. Enggartiasto mengatakan, dalam pertemuan, Jokowi tak membicarakan posisi di kabinet.Di antara 25 nama calon baru yang disetorkan ke KPK dan PPATK, ada mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, pengamat kebijakan publik Andrinof A. Chaniago, mantan Menteri Perumahan Suharso Monoarfa, dan mantan Menteri Kehutanan M. Prakosa. Sofyan diproyeksikan menjadi Menteri BUMN. 'Dia termasuk calon,' Aksa Mahmud, orang dekat sekaligus besan Wakil Presiden Jusuf Kalla, membenarkan. Adapun Andrinof sebagai Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Sedangkan Suharso sebagai Menteri Tenaga Kerja. Dikonfirmasi, Sofyan Djalil mengaku ditawari Jusuf Kalla untuk masuk kabinet. Namun ia mengatakan belum diundang oleh Jokowi ke Istana. 'Kalau jadi, alhamdulillah. Enggak juga alhamdulillah,' katanya. (Baca: Pasar Girang Jokowi Tunda Pengumuman Menteri) Adapun Andrinof dipanggil ke Istana dua hari lalu. Menurut Andrinof, dirinya dan Jokowi berbicara empat mata seraya berjalan-jalan di taman Istana. ' Ngobrol santai sambil memberikan masukan seputar pembangunan,' katanya. Mengklaim tak ditawari kursi menteri, Andrinof menyatakan siap bila diajak Jokowi masuk kabinet. Dua hari lalu, Jokowi memastikan menghapus delapan calon bermasalah. Tak mengungkapkan nama-namanya, Jokowi mengatakan segera mencari pengganti. Para pengganti, kata Jokowi, bisa nama yang tertera dalam daftar yang lama, bisa juga dari hasil penjaringan yang baru. (Baca: Jadi Calon Menteri Pariwisata, Ini Rekam Jejak Susi)RIKY FERDIANTO | FEBRIANA FIRDAUS | PRIHANDOKO


Berita terpopuler lainnya: Naik Taksi, Putri Jokowi Akhirnya Ikuti Tes CPNS Pesawat Australia Mendarat karena Diancam DitembakDalam Hitungan Jam, ISIS Perkosa Wanita Yazidi 30 Kali Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Thursday, October 23, 2014

Ujian CPNS, Anak Jokowi Dapat Nilai 300 - Tempo.co

Jum'at, 24 Oktober 2014 | 07:55 WIB



Puteri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (tengah) memasuki tempat pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Bakorwil II Jawa Tengah, Solo, Jawa Tengah, 23 Oktober 2014. ANTARA/Andika Betha


TEMPO.CO, Jakarta - Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, 23 tahun, mengikuti ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil di gedung Badan Koordinasi Wilayah Surakarta. Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta ini mendaftar untuk formasi pemeriksa pertama di Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Surakarta.Ujian untuk formasi ini digelar dalam lima sesi pada Kamis, 23 Oktober 2014. Tiap sesi diikuti sekitar 200 peserta. Lama ujian 90 menit dengan model CAT ( computer-assisted test). Materi ujian terdiri atas tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, dan tes karakteristik pribadi. Kahiyang menjalani ujian pada pukul 12.00-13.30. Sekitar 15 menit seusai ujian, hasil sudah dapat dilihat peserta. Dari 196 peserta yang mengikuti ujian sesi ketiga itu, Kahiyang mendapat skor 300 dan berada di posisi 105. Dia mendapat skor 50 untuk tes wawasan kebangsaan, 95 untuk tes intelegensi umum, dan 155 untuk tes karakteristik pribadi. (Baca : Naik Taksi, Putri Jokowi Akhirnya Ikuti Tes CPNS) Menurut Sekretaris Pelaksana Tes CPNS di Surakarta, Lancer S. Naibaho, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2014 memuat passing grade untuk tiap tes. Passing grade untuk tes wawasan kebangsaan 70, tes intelegensi umum 75, dan tes karakteristik pribadi 126. Dia mengatakan tidak ada lagi tes penerimaan CPNS seusai tes hari ini. 'Untuk pengumuman akhir siapa yang diterima menjadi CPNS menjadi wewenang panitia pusat,' katanya. Dia menegaskan, jika hasil peserta ujian CAT melebihi passing grade, peserta tersebut tidak bisa langsung dipastikan menjadi pegawai negeri. 'Pokoknya yang menentukan siapa yang jadi PNS adalah panitia seleksi nasional. Kami hanya pelaksana di daerah,' ucapnya. (Baca: Peserta Tes Tak Takut Saingan dengan Anak Presiden) Sebelum mengikuti ujian, Kamis, 23 Oktober 2014, Kahiyang sempat kucing-kucingan dengan wartawan. Kahiyang yang semula datang ke lokasi ujian dengan menunggang Nissan Juke memutar balik mobilnya setelah dikejar wartawan. Tak lama kemudian, dia datang kembali dengan menggunakan taksi yang langsung menuju tempat parkir di belakang gedung. (Baca: Putri Jokowi Tak Tampak di Barisan Peserta Tes)UKKY PRIMARTANTYOBerita TerpopulerAkhirnya, Nama 34 Menteri Kabinet Jokowi Rampung Calon Menteri Dilabel Merah, Jokowi Tepok JidatKi Manteb Ungkap Cerita Mobil Listrik Dahlan Iskan Menggilai Aktris, Anak Jokowi Malah Ditaksir GayLuhut Panjaitan Temui Jokowi di Istana


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

"Kado" dari Jokowi-JK, BBM Naik mulai 1 November! - KOMPAS.com


KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADO Presiden Joko Widodo memberi sambutan dalam Syukuran Rakyat di Monas, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014)


JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah penyusunan kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014. Dengan begitu, harga baru BBM berlaku mulai 1 November.Jelas ini 'kado' pahit dari pemerintah baru pimpinan Jokowi-Kalla. Sumber Kontan yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, Jokowi-JK akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter. 'Ini seperti rencana semula, naik Rp 3.000 per liter,' ujar sumber tersebut, Kamis (23/10/2014). Ini artinya, BBM bersubsidi akan naik 46,1 persen, dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per liter. Kenaikan ini akan menghemat anggaran Rp 20 triliun.Bersamaan dengan kenaikan harga BBM, pemerintah akan memberikan bantuan ke masyarakat miskin. Ada 20 juta keluarga miskin yang akan mendapatkan 'guyuran' dana dari pemerintah. Jumlah ini naik dari jumlah orang miskin penerima kompensasi kenaikan harga BBM dua tahun lalu yang hanya 15,5 juta kepala keluarga.Berkaca pada masa itu, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan langsung sementara sebesar Rp 150.000 per bulan per rumah tangga miskin. Dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter, bantuan berlangsung selama empat bulan kepada 15,5 juta orang. Dengan skema sama, pemerintah baru harus menyediakan dana bantuan sosial Rp 9,3 triliun. Padahal, APBN-P 2014 cuma mengalokasikan dana Rp 5 triliun untuk cadangan sebagai antisipasi kenaikan BBM.Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, APBN-P 2014 tak bisa memberikan bantuan seperti 2013 jika harga BBM naik Rp 3.000 per liter. 'Dana yang ada hanya bisa memberikan kompensasi 2-3 bulan saja,' kata Askolani, Rabu (22/10/2014).Dengan penerima bantuan lebih besar, dapat dipastikan dana kompensasi harus bertambah. Pemerintah Jokowi harus meminta tambahan anggaran baru ke parlemen. Ini belum tentu mulus, mengingat kubu oposisi menguasai parlemen. Di DPR, Koalisi Merah Putih menguasai 353 kursi atau 63 persen suara, sedangkan Jokowi-JK yang didukung Koalisi Indonesia Hebat hanya 207 kursi atau 37 persen. KIH pasti harus menyerah jika harus voting untuk menambah dana kompensasi.Ecky Awal Mucharam, anggota DPR dari Fraksi PKS (anggota KMP) menegaskan, partainya sejak awal menolak kenaikan harga BBM karena ini akan mendorong inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi.Sementara itu, Satya Yudha, anggota DPR dari Partai Golkar, mengatakan, kenaikan harga BBM hak pemerintah. Namun, pemerintahan Jokowi harus cermat menghitung penghematan anggaran dan alokasinya untuk kegiatan produktif. (Asep Munazat Zatnika, Jane Aprilyani, Margareta Engge Kharismawati, Umar Idris)Baca juga: Jokowi Diminta Tak Terlena dengan Harga Minyak yang Turun


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Dikritik penundaan pengumuman kabinet Jokowi - BBCIndonesia.com


Penundaan pengumuman nama-nama menteri Presiden Joko Widodo jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap dunia usaha.


Apabila sampai pekan depan belum ada kejelasan tentang nama-nama menteri baru, kalangan pengusaha khawatir akan merugikan mereka karena terjadi 'kekosongan pemerintahan'.


'Kalau beberapa hari ini ke depan, semua departemen tidak ada menterinya, (dan) kebijakan-kebijakan nggak ada yang jalan, kita akan dirugikan,' kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofyan Wanandi, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (23/10) siang.


Penundaan pengumuman kabinet ini, menurutnya, tidak perlu terjadi karena Joko Widodo memiliki rentang waktu sekitar tiga bulan semenjak putusan MK yang memenangkan mereka.


'Seharusnya ini sudah dipersiapkan jauh hari sebelum, yaitu dalam masa transisi selama 3 bulan itu,' kata Sofyan.


Sampai Kamis (23/10) sore, Presiden Joko Widodo belum mengumumkan nama-nama menterinya, walaupun dia semula menjanjikan akan mengumumkannya sehari setelah pelantikan.


Rencana pengumuman kabinet yang akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priuk, Rabu (22/10) malam, juga dibatalkan tanpa ada penjelasan resmi.


Pengamat ekonomi dari INDEF, Enny Sri Hartati mengatakan, tidak adanya penjelasan tentang penundaan pengumuman kabinet inilah yang menyebabkan spekulasi berkembang di masyarakat dan pasar.



'Ada kekhawatiran: 'Jangan-jangan pak Jokowi tidak bisa menetapi janjinya untuk membentuk kabinet profesional dan benar-benar bersih. Ini akhirnya yang sedikit-banyak menimbulkan spekulasi pasar,' kata Sri Hartati kepada BBC Indonesia.


Kalla: Periksa ulang

Di hadapan wartawan, Kamis (23/10), Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pengumuman kabinet belum bisa dilakukan karena Jokowi dan dirinya membutuhkan waktu untuk memeriksa ulang nama-nama menteri yang 'bermasalah' setelah ada rekomendasi KPK dan PPATK.


'Kita mesti periksa ulang, menyeimbangkan lagi, cari calon lagi,' kata Kalla di Istana Wakil Presiden.


KPK dan PPTAK sebelumnya menyebutkan bahwa ada sejumlah nama calon menteri yang diduga terindikasi terkait kasus korupsi.



Namun demikian, Jusuf Kalla tidak dapat memastikan kapan persisnya pengumuman kabinet akan dilakukan Presiden Jokowi.


Mantan anggota tim transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya memahami harapan publik yang menanti pengumuman nama-nama menteri Presiden Jokowi.


'Dan tidak ada istilah maju atau mundur, yang ada adalah waktu terbaik dalam momentum yang sangat tepat untuk menyampaikan hal itu,' kata Hasto.


Kamis (23/10), Presiden Jokowi kembali mengundang orang-orang berlatar ekonomi, pengusaha dan politisi di Istana Merdeka, yang sebagian diantaranya disebut-sebut merupakan calon menterinya.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Komposisi Kabinet Jokowi Berubah Lagi, Sekarang Ada 34 ... - Detikcom

Mega Putra Ratya - detikNews



Jakarta - Arsitektur kabinet Jokowi-JK ternyata berubah lagi. Pertama kali diumumkan akan ada 34 kementerian, kemudian berkurang ke angka 33. Kini, kabinet Presiden Joko Widodo dipastikan terdiri dari 34 kementerian.


'Ada 34 kementerian. Komposisi relatif masih sama, 16 (parpol), 18 (profesional),' kata eks Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto di Istana Merdeka, Kamis (23/10/2014).


Andi menuturkan bahwa pembagian jatah kursi menteri untuk tiap parpol sudah disepakati. Posisi untuk tiap orang pun sudah disetujui Jokowi.


'Proporsi masing-masing parpol sudah disepakati. Sudah sesuai dengan komposisi yang diminta Pak Jokowi dengan kebutuhan di posisi-posisi mana,' ujar Andi.


Saat konferensi pers di Kantor Transisi, Senin (15/9) silam, Jokowi membeberkan arsitektur kabinetnya untuk pertama kali yaitu 34 kementerian dengan 3 menko. Sementara itu, jatah untuk parpol adalah sebanyak 16 kementerian.


Kemudian, arsitektur kabinet itu diperbarui. Pada Jumat (10/10), Jokowi mengumumkan bahwa kabinetnya akan berisi 33 kementerian dengan proporsi 15 dari parpol dan 18 dari profesional.


'Nanti kalau sudah final betul akan kami umumkan. Tapi sampai hari ini 33 (kementerian). Menko ada 4. Ini akan kami umumkan kalau sudah final,' kata Jokowi di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014).


Selain mengubah jumlah kementerian dan menko, Jokowi juga mengurangi jatah bagi parpol. Kini, 'hanya' 15 kursi menteri yang disediakan bagi kader parpol.


'Sudah isi semuanya di pos-pos (Kementerian) itu, sudah isi semuanya, tapi isinya ada 4, 5, 2, makanya disaring jadi satu- satu,' ucap Jokowi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di 'Reportase Malam' pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(imk/trq)



Javascript harus diaktifkan terlebih dahulu


Lapsus



Redaksi: redaksi[at]detik.com Informasi pemasangan iklan hubungi : sales[at]detik.com


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Pengumuman Kabinet Batal, Jokowi Hamburkan Rp 700 Juta? - Republika Online


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Batalnya pengumuman kabinet oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (22/10) kemarin di Pelabuhan Tanjung Priok, disinyalir menghambur-hamburkan biaya ratusan juta rupiah.


'Dana Rp 700 juta bikin panggung dan acara di Pelabuhan, sayang kan?' kata Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan saat dihubungi, Kamis (23/10).Ramadhan menilai, pembatalan pengumuman kabinet sebagai indikasi buruk kabinet Jokowi. Ia menyarankan agar Jokowi mengumumkan kabinet di Istana Negara. Sebab terbukti pengumuman di luar istana malah menekan biaya besar.


'Umumkan saja di Istana. Hemat, ringkas, dan berada di area simbol negara,' ujarnya.Ramadhan melihat ada sikap tidak konsisten antara pernyataan dan sikap Jokowi. Menurutnya Jokowi gagal membuktikan upaya membangun negeri dengan hemat dan kerja. 'Paradoks. Ironis. Anomali. Ambigu,' katanya.Salah satu contoh sikap menghamburkan uang ialah perayaan pelantikan Jokowi di Monas dan persiapan penetapan kabinet di Tanjung Priok yang batal. 'Katanya segera kerja, kerja, kerja. Nyatanya tunda, tunda-tunda,' ujar Ramadhan.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Dikritik penundaan pengumuman kabinet Jokowi - BBCIndonesia.com


Penundaan pengumuman nama-nama menteri Presiden Joko Widodo jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap dunia usaha.


Apabila sampai pekan depan belum ada kejelasan tentang nama-nama menteri baru, kalangan pengusaha khawatir akan merugikan mereka karena terjadi 'kekosongan pemerintahan'.


'Kalau beberapa hari ini ke depan, semua departemen tidak ada menterinya, (dan) kebijakan-kebijakan nggak ada yang jalan, kita akan dirugikan,' kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofyan Wanandi, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (23/10) siang.


Penundaan pengumuman kabinet ini, menurutnya, tidak perlu terjadi karena Joko Widodo memiliki rentang waktu sekitar tiga bulan semenjak putusan MK yang memenangkan mereka.


'Seharusnya ini sudah dipersiapkan jauh hari sebelum, yaitu dalam masa transisi selama 3 bulan itu,' kata Sofyan.


Sampai Kamis (23/10) sore, Presiden Joko Widodo belum mengumumkan nama-nama menterinya, walaupun dia semula menjanjikan akan mengumumkannya sehari setelah pelantikan.


Rencana pengumuman kabinet yang akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priuk, Rabu (22/10) malam, juga dibatalkan tanpa ada penjelasan resmi.


Pengamat ekonomi dari INDEF, Enny Sri Hartati mengatakan, tidak adanya penjelasan tentang penundaan pengumuman kabinet inilah yang menyebabkan spekulasi berkembang di masyarakat dan pasar.



'Ada kekhawatiran: 'Jangan-jangan pak Jokowi tidak bisa menetapi janjinya untuk membentuk kabinet profesional dan benar-benar bersih. Ini akhirnya yang sedikit-banyak menimbulkan spekulasi pasar,' kata Sri Hartati kepada BBC Indonesia.


Kalla: Periksa ulang

Di hadapan wartawan, Kamis (23/10), Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pengumuman kabinet belum bisa dilakukan karena Jokowi dan dirinya membutuhkan waktu untuk memeriksa ulang nama-nama menteri yang 'bermasalah' setelah ada rekomendasi KPK dan PPATK.


'Kita mesti periksa ulang, menyeimbangkan lagi, cari calon lagi,' kata Kalla di Istana Wakil Presiden.


KPK dan PPTAK sebelumnya menyebutkan bahwa ada sejumlah nama calon menteri yang diduga terindikasi terkait kasus korupsi.



Namun demikian, Jusuf Kalla tidak dapat memastikan kapan persisnya pengumuman kabinet akan dilakukan Presiden Jokowi.


Mantan anggota tim transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya memahami harapan publik yang menanti pengumuman nama-nama menteri Presiden Jokowi.


'Dan tidak ada istilah maju atau mundur, yang ada adalah waktu terbaik dalam momentum yang sangat tepat untuk menyampaikan hal itu,' kata Hasto.


Kamis (23/10), Presiden Jokowi kembali mengundang orang-orang berlatar ekonomi, pengusaha dan politisi di Istana Merdeka, yang sebagian diantaranya disebut-sebut merupakan calon menterinya.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Akhirnya, Nama 34 Menteri Kabinet Jokowi Rampung - Tempo.co

Kamis, 23 Oktober 2014 | 18:43 WIB



TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto menyatakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini telah rampung menyusun daftar kabinet. Jokowi-JK memastikan 34 nama tokoh yang akan menjabat menteri. '99 persen sudah selesai tadi sore,' katanya di Istana Negara, Kamis, 23 Oktober 2014. (Baca: Calon Menteri Dilabel Merah, Jokowi Tepok Jidat)Andi menyatakan 34 nama itu termasuk beberapa tokoh yang dalam beberapa hari dipanggil ke Istana. Namun tak semua yang datang merupakan calon menteri. Beberapa hanya diajak berdiskusi soal pemerintahan dan hukum. Andi sendiri mengklaim tak tahu persis nama tokoh yang masuk dalam kabinet Jokowi-JK. (Baca: Rahasiakan Nama Menteri, JK Main Kucing-kucingan)'Tidak semua dipanggil ke Istana. Ada beberapa orang yang sudah Presiden kenal dekat dan lama,' kata Andi. Namun ia yakin, mulai esok, tak akan ada lagi pemanggilan tokoh-tokoh ke Istana. Semua nama tersebut, kata Andi, tak akan berubah kecuali terjadi hal-hal khusus. (Baca: Rilis Menteri Batal, Mega Gelar Rapat Rahasia)Soal nama baru yang diserahkan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad juga sudah jelas. Jokowi-JK sudah memiliki gambaran soal penelusuran KPK serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. 'Beberapa tokoh ditelepon langsung oleh Presiden hanya untuk menanyakan kesanggupannya. Karena Presiden sudah kenal,' kata Andi. (Baca: 3 Alasan Jokowi Batal Umumkan Kabinet)Kedatangan dua politikus Partai NasDem, Ferry Mursyidan Baldan dan Enggartiasto Lukita, ke Istana, Kamis ini, menutup pertemuan Jokowi dengan para calon menterinya. Pemanggilan sendiri sudah dimulai Jokowi sejak hari kedua dirinya menjabat sebagai presiden setelah dilantik pada Senin, 20 Oktober 2014. (Baca: Ini Bocoran Struktur Kabinet Jokowi) FRANSISCO ROSARIANS


Berita Terpopuler KPK: Banyak Calon Menteri Jokowi BermasalahPDIP: tanpa Restu Mega, Jangan Mimpi Jadi MenteriJokowi Batal Umumkan Kabinet Hari Ini Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Calon Menteri Dilabel Merah, Jokowi Tepok Jidat - Tempo.co

Kamis, 23 Oktober 2014 | 16:19 WIB



Karena sudah 25 tahun tak menyerut kayu, Jokowi meminta petunjuk kepada salah satu tukang bagaimana cara menyerut kayu yang benar. Tempo/Ratih Purnama


TEMPO.CO, Jakarta - Kemunculan Presiden Joko Widodo di televisi pada Rabu, 22 Oktober 2014, dengan raut tegang mengundang banyak tanya. Orang yang dekat dengan lingkaran Jokowi menyebutkan bahwa Presiden sedang pusing tujuh keliling mengurusi nama-nama menteri dalam kabinet. (Baca: Rilis Menteri Batal, Mega Gelar Rapat Rahasia)Menurut orang dekat Jokowi itu, Presiden Jokowi sampai harus menepuk keningnya setelah menerima daftar menteri yang memiliki label merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. (Baca: 3 Alasan Jokowi Batal Umumkan Kabinet) 'Dia menepuk keningnya sendiri sambil menyampaikan bahwa calon menteri yang diberi level hijau oleh KPK hanya sedikit jumlahnya,' katanya kepada Tempo di Jakarta, Rabu siang, 22 Oktober 2014. (Baca: 6 Nama Kementerian Baru Usulan Jokowi)Ahad, 20 September 2014, KPK serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menyerahkan analisis mereka terhadap jejak rekam 43 calon menteri yang disodorkan Jokowi. Dari jumlah itu, ada beberapa calon yang diberi label kuning dan merah. (Baca: Ini Bocoran Struktur Kabinet Jokowi) Ketua KPK Abraham Samad mengatakan catatan berwarna merah dan kuning yang diberikan KPK kepada calon menteri Jokowi menjadi peringatan bahwa nama itu tidak boleh menjadi pembantu Presiden. 'Label merah dan kuning tidak boleh jadi menteri,' katanya di KPK. (Baca juga: KPK: Label Merah dan Kuning Dilarang Jadi Menteri)Jokowi berjanji akan mengganti calon menteri yang mendapat label merah. Berdasarkan laporan KPK dan PPATK, ada delapan nama yang diberi catatan merah. 'Masak, tidak diganti. Nanti yang mengisi siapa?' kata Jokowi di Istana Negara, Rabu, 22 Oktober 2014. (Simak pula: Rahasia Dokumen di Tangan Jusuf Kalla)Adapun pada Rabu, Jokowi membatalkan rencana mengumumkan nama-nama menterinya. Semula, pengumuman nama menteri yang akan bekerja dalam lima tahun mendatang dibacakan di Dermaga 303 Terminal III Pintu 9, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, pukul 19.00 WIB. (Baca: Jokowi Batal Umumkan Kabinet Malam Ini)FEBRIANA FIRDAUS


Berita Terpopuler KPK: Banyak Calon Menteri Jokowi BermasalahPDIP: tanpa Restu Mega, Jangan Mimpi Jadi MenteriJokowi Batal Umumkan Kabinet Hari Ini Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Anak Tertua Presiden Jokowi Menyebalkan, Setidaknya Bagi Putra ... - Tribunnews


Kompas.com/ Fabian Januarius




TRIBUNNEWS.COM - Bagi anak bungsu Presiden Joko Widodo yakni Kaesang Pangareb, kakak tertuanya yakni Gibran Rakabumi, itu sungguh kakak yang menyebal.


Kekesalan anak bungsu presiden terhadap Gibran itu dituangkan lewat blog pribadinya, misterkacang,blogspot.com. Ia menyebut Gibran sebagai penghuni rumah yang paling lama kalau sudah masuk kamar mandi.


'Dia itu (Gibran Rakabumi) terkenal sebagai orang yang kalau pakai kamar mandi itu lama banget. Jaman gue SD dulu, gue sering telat gara-gara nungguin dia mandi,' curhat Kaesang Pangareb.


Tak hanya itu saja. Kaesang mengenal sosok sang kakak yang pendiam itu juga menyebalkan dalam hal membangun tidur. Enak-enak dia tidur, kasur ditendang-tendang oleh sang kakak sehingga membuatnya kaget tergagap.


'Kasur gue ditendang-tendang sama kakak gue yang paling tua. Walaupun nggak banyak omong, tapi kekuatannya cukup gede untuk bisa ngebangunin gue,' tulisnya.


Anak presiden yang hobi membesarkan otot di pusat kebugaran itu menulis lagi 'Sialan sumpah ini orang. Sekali-kali jadi kakak yang baik saja nggak baik,' tuturnya.


Curhatan itu ditulis Kaesang pada Senin 20 Oktober 2014, atau pada pagi hari sebelum sang ayah dilantik jadi Presiden Ke-7 Indonesia, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Pagi itu, ia bangun kesiangan. Jam 07.15 matanya baru melek.


Padahal ia harus segera bersiap menghadiri pelantikan sang ayah sebagai penguasa nomor satu republik ini. Ia pun bergegas menyambar handuk dan melenggang ke kamar mandi. 'Tapi sayangnya kamar mandinya dipakai sama kakak gue yang paling tua,' keluhnya lagi.


Nama Gibran Rakabumi mencuat ke media lantaran mengungkapkan kekesalannya ke media. Gibran bertutur, ada sebuah media yang menyebut dirinya 'anak haram' karena tak pernah mendampingi sang ayah selama kampanye pemilihan presiden.


Gibran pun bertutur kalau dia sibuk kerja. 'Kalau saya pengangguran saya ikut Bapak saya terus. Saya kan kerja, saya dikatain anak haram karena nggak pernah ikut kampanye. Kalian lihat aktivitas saya kayak apa, sibuk punya pekerjaan,' ketus Gibran pada Senin pagi 20 Oktober, sesaat sebelum pelantikan Jokowi jadi presiden.


Jokowi saat itu tidak tinggal diam. Kepada sang anak, Jokowi yang saat itu meminta anaknya tak membaca media-media 'nggak jelas.' (Agung Budi)


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Wednesday, October 22, 2014

Ini Daftar Nama Susunan Menteri Kabinet Jokowi JK 2014 - Sidomi News


Susunan Menteri Kabinet Jokowi JK 2014: Kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) ternyata belum juga diumumkan meskipun pelantikan Presiden dan Wakil Presiden telah dilakukan. Namun, nama-nama yang diprediksi bakal mengisi susunan kabinet Jokowi-JK semakin bermunculan. Berikut ini daftar calon menteri Jokowi JK 2014.


Jokowi sendiri berjanji akan segera merilis susunan kabinetnya dalam waktu dekat kendati belum bisa dipastikan kapan hal tersebut akan terlaksana. '(Pengumuman susunan kabinet akan dilakukan) Secepat-cepatnya,' singkat Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/10/2014) malam.


Yang jelas, spekulasi mengenai siapa saja yang akan duduk di kabinet Jokowi-JK terus saja berkembang. Berbagai lembaga survei dan media massa bahkan telah merilis daftar calon menteri Jokowi-JK 2014. Salah satunya adalah versi lembaga survei Indo Barometer berikut ini:


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Tunda Pengumuman Kabinet, Jokowi Dinilai Tersandera Kepentingan - KOMPAS.com


JAKARTA, KOMPAS.com - Dua hari setelah dilantik, Presiden Joko Widodo belum juga mengumumkan susunan kabinet dan menteri-menterinya. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa Jokowi tersandera oleh kepentingan-kepentingan dari pihak luar.


'Ini fakta yang tak bisa disangkal. Jusuf Kalla punya gerbong, Megawati punya gerbong, Jokowi punya gerbong, dan gerbong yang disebut-sebut sembilan taipan. Jokowi juga tersandera oleh kepentingan parpol pendukung pada pilpres kemarin,' kata pengamat politik Universitas Islam Negeri Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, Rabu (20/10/2014) malam.

Ia mengatakan, Jokowi sebagai Presiden mempunyai hak prerogatif untuk dapat menentukan menterinya sendiri. Bila hak ini digunakan dengan baik, pembentukan kabinet dapat lepas dari bayang-bayang kekuatan yang mencoba mengintervensi Jokowi. Sayangnya, kata Pangi, hak prerogatif itu tidak dimanfaatkan dengan baik.


Pangi khawatir, jika kabinet tidak segera diumumkan, pemerintahan akan semakin lama dalam bekerja. Program-program yang dijanjikan Jokowi kepada masyarakat selama masa kampanye pun tidak bisa segera dieksekusi.

'Ekpektasi rakyat terhadap Jokowi begitu tinggi. Itu adalah esensi yang harus dijawab oleh pemerintahan Jokowi. Artinya, Jokowi harus mendamaikan antara ekspektasi dengan kenyataan,' ujar Pangi.


Jokowi diharapkan mengumumkan kabinet yang semula dijadwalkan di Tanjung Priok, Rabu malam. Namun, hal tersebut dibatalkan. Paspampres meninggalkan lokasi. Alat pengamanan di pintu masuk yang dipasang kemudian dicabut. Biro Pers Istana juga meminta wartawan, yang semula dibawa ke Tanjung Priok, untuk kembali ke Istana. Sebelum dilantik, Jokowi juga pernah menjanjikan kabinet akan diumumkan pada 21 Oktober, sehari setelah pelantikan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Ini Bocoran Struktur Kabinet Jokowi - Tempo.co

Rabu, 22 Oktober 2014 | 17:18 WIB



Presiden Jokowi saat sesi pemotretan untuk kulit muka Tempo edisi minggu ini di Klender, Jakarta Timur, Minggu, 12 Oktober lalu. Tempo/Ijar Karim


TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengirimkan sepucuk surat yang ditujukan pada pucuk pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan surat tersebut merupakan pemberitahuan. 'Pak Jokowi memberitahukan ia menyusun kabinet yang nama kementeriannya berbeda,' katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014. Beberapa nama yang diubah adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Agus, Jokowi memecah kementerian itu menjadi dua, yaitu Kementerian Pendidikan Menengah dan Dasar, lalu Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Surat yang diterima Agus pagi ini, rencananya kan dibacakan kepada seluruh fraksi partai di sidang paripurna pukul 16.00 WIB. (Baca: JK: Calon Menteri Label Merah Akan Dicoret)Sidang tersebut akhirnya dibatalkan oleh sekretariat jenderal DPR dan para ketua. Surat itu tengah dibahas oleh ketua DPR dan ketua fraksi.Dalam pembahasan, Agus mengungkapkan ada kemungkinan nomenklatur bisa tidak disetujui dengan beberapa pertimbangan, salah satunya anggaran. 'Lihat nanti ya setelah rapat,' katanya. (Baca: Pelindo II Siapkan Acara Pengumuman Kabinet Jokowi) Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengganti delapan calon menteri kabinetnya yang mendapat catatan merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). 'Masak tidak diganti. Nanti yang mengisi siapa?' kata Jokowi di halaman depan Istana Negara, Rabu, 22 Oktober 2014. (Baca: JK: Pengumuman Kabinet di Istana Negara) Jokowi mengatakan berdasarkan laporan dari KPK dan PPATK, ada delapan nama yang diberi catatan merah oleh kedua instansi tersebut. Tapi, ia menolak menyebutkan siapa saja calon menteri yang diberikan catatan merah. 'Memang ada delapan nama yang tidak diperbolehkan, nama-namanya tidak bisa saya sampaikan,' katanya. (Baca: R.J. Lino Pilih Urus Pelindo Ketimbang Jadi Menteri)Delapan calon menteri yang diberi catatan merah itu akan diganti oleh orang lain yang masuk dalam daftar 43 calon menteri atau akan dicari calon pengganti yang baru. 'Ada yang dari situ, ada yang baru,' kata Jokowi. Ia mengatakan beberapa tokoh yang ia panggil ke Istana sejak Senin, 20 Oktober 2014, ada yang diseleksi jadi menteri dan tapi ada yang tidak. (Baca: 4 Kriteria Terlarang Calon Menteri Jokowi ala ICW)URSULA FLORENE SONIABerita TerpopulerKPK: Banyak Calon Menteri Jokowi BermasalahPDIP: tanpa Restu Mega, Jangan Mimpi Jadi MenteriJokowi Batal Umumkan Kabinet Hari Ini


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Megawati, Jokowi, dan JK Tarik-menarik Soal Calon Menteri - Tribunnews




TRIBUNNEWS.COM, Jakarta- Tarik-menarik kekuatan politik merecoki Presiden Joko Widodo dalam menyusun anggota kabinet. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri misalnya, disebut-sebut ingin memasukkan sejumlah calon menteri, baik kader partai maupun kalangan profesional kendatipun kebersihan rekam rejaknya diragukan.


Namun keinginan Presiden kelima Indonesia itu tidak semuanya berjalan mulus. Perlawanan antara lain datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bukan hanya itu, antara Presiden Jokowi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun berbeda dalam menempatkan calon menteri. Keduanya masing-masing punya jago untuk mengisi posisi strategis di kabinet.


Tarik-menarik inilah salah atu penyebab pengumuman menteri terteunda dari jadwal sebelumnya Selasa pagi tertunda. Sampai hari ini Rabu (22/10/2014) siang, pengumuman struktur kebinet berikut daftar menteri belum dilakukan. Dan ini sudah dua kali mundur dari rencana semula, Senin malam. Menurut konstitusi, presiden memiliki waktu 14 hari setelah dilantik dalam menyusun kabinet.


'Ya, (pengumuman kabinet) kemungkinan hari ini,' kata mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla, Andi Widjayanto, di Istana Merdeka, Selasa.


Andi belum mengetahui persis lokasi yang akan digunakan Jokowi untuk mengumumkan kabinetnya. Dia hanya menyebutkan bahwa hari ini Jokowi sepenuhnya berkegiatan di Istana.


Pada Senin malam lalu hingga Selasa dini hari, Jokowi memanggil sejumlah calon menterinya ke Istana Kepresidenan. Pemanggilan para calon menteri itu dilakukan Selasa dini hari, hingga pukul 03.00.


Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko mengaku mendapat kabar Jokowi akan mengumumkan menteri koordinator terlebih dahulu. Namun, Budiman tidak merinci Kemenko apa yang sudah terbentuk ini.


'Satu-dua hari ini memang akan diumumkan. Pengumumannya mungkin untuk di pos-pos yang sudah pasti dulu. Memang ada rencana pengumumannya bertahap,' kata Budiman.


Adanya catatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pimpinan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), turut membuat rencana pengumuman nama-nama calon menteri diundur.


Jokowi menyerahkan daftar nama 43 calon menteri kepada pimpinan KPK Jumat (17/10) pekan lalu. Jokowi bertemu empat komisioner KPK yakni Ketua KPK Abraham Samad, dan tiga wakil ketua yakni Zulkarnain, Adnan Pandu Praja, dan Bambang Widjojanto.


Kemudian KPK menyerahkan hasil penelusuran kepada Jokowi, Minggu 19 Oktober 2014 malam. Dalam daftar itu, KPK memberi catatan berdasarkan rekam jejak. Warna merah untuk calon menteri yang berpotensi jadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi.


Menurut seorang politisi, sumber TRIBUNnews.com, perebutan posisi di pemerintahan semakin kuat terasa setelah KPK, dan PPATK selesai menelusuri jejak rekam terhadap 43 calon menteri yang sebelumnya disodorkan Jokowi. Jokowi menyerahkan daftar nama 43 untuk mengisi pos 34 menteri untuk ditelusuri KPK dan PPATK.


Pimpinan PPATK pun dikabarkan telah bertemu dengan Presiden Jokowi Selasa dini hari. Sama seperti pertimbangan KPK, beberapa nama calon menteri disodorkan Jokowi memang dianggap bermasalah. Kebanyakan yang mendapatkan catatan rapor merah umumnya politisi, sedangkan calon menteri dari kalangan profesional relatif bersih.


Beberapa nama yang dicoret KPK dan PPATK diduga orang yang disodorkan Megawati. Walupun dilabeli warta merah, sebagai tanda orang terbsebut bermasalah, atau berisiko tinggi terlibat kasus korupsi yang tengah ditangani penegak hukum, Megawati tetap mendesak agar nama kader PDIP maupun kalangan profesional yang diinginkannya masuk di kabinet.


Akibatnya, Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dikabarkan marah besar terhadap intervensi berlebihan Megawati. 'Pak JK marah. Karena ibu Megawati terlalu intervensi harus memasukkan nama Bu Rini, sebagai orangnya Bu Megawati menjadi menteri BUMN. Pak Jokowi juga menjadi kurang happy,' ungkap sumber TRIBUNnews.com.


Rini Mariani Soemarno pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK terkait dugaan kasus SKL (Surat Keterangan Lunas) terkait kasus obligor atau pengutang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia diperiksa KPK 25 Juni 2013.


Rini juga pernah diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset pabrik guna Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Ia diperiksa 26 April 2006, selaku mantan menteri perdagangan bersama mantan menteri koordinator perekonomian Dorojatun Koentjarajakti.


Rini diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penjualan aset pabrik gula RNI. Dalam kasus ini tersangkanya adalah mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafrudin Temenggung dan Nyono Cipto rekanan PT RNI.


Rini pun pernah diperiksa Panitia Kerja (Panja) Komisi I DPR terkait proses imbal dagang pesawat jet tempur Sukhoi, helikopter, dan peralatan militer Rusia. Rini dipanggil Panja 28 Agustus 2003 saat menjadi menteri, namun tak mengindahkan panggilan. DPR menduga dalam proses imbal dagang itu negara dirugikan.


Megawati juga disebut memaksakan nama direktur utama satu perusahaan BUMN, Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino masuk ke kabinet. 15 April lalu, RJ Lino pernah diperiksa penyidik KPK. Usai diperiksa KPK, Lino mengakui adanya penunjukan langsung pada proyek pengadaan Quay Container Crane (QCC), proyek tahun 2010.


Kasus ini mencuat atas laporan Serikat Pekerja Pelindo II ke KPK. Dugaan penyimpangan yang dilaporkan antara lain pengadaan dua unit Quay Container Crane, penggunaan tenaga ahli dan konsultan, megaproyek Kalibaru, pemilihan perusahaan bongkar muat di Tanjung Priok, hingga perpanjangan kontrak perjanjian Jakarta International Container Terminal (JICT).


Info lainnya, ada desakan kuat semua anggota tim transisi harus masuk dalam skuad 'Dream team' Jokowi-JK. 'Pak JK siang ini pun ke rumah BU Megawati untuk membahas persoalan ini,' katanya.Selain adanya desakan Megawati dalam menyusun kabinet, terjadi pula tarik-menarik dalam penyusunan komposisi dan posisi anggota kabinet di psoso strategis calon menteri antara Jusuf Kalla lawan Kubu Jokowi. Dalam hal mengisi posisi calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) misalnya, kubu Jokowi menginginkan mantan Wakil Kepala BIN Asad Said Ali yang kini menjabat Wakil Ketua PBNU. Sedangkan kubu Jusuf Kalla menghendaki politisi PDIP Mayjen (Purn) Tubagus Hasanuddin.


Untuk posisi menteri koordinator bidang politik, hukum dan kemanan (Menkopolhukam) pun demikian. Kubu Jokowi menghendaki mantan KSAD Jenderal (Purnawirawan) Budiman, sedangkan JK menginginkan mantan Menteri Perdagangan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.


Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) membantah informasi yang menyebutnya menemui Megawati karena tarik-menarik kepentingan itu. 'Siapa bilang saya ke Teuku Umar? Anda lihat kan, saya di sini,' ujar Jusuf Kalla usai menerima kunjungan mantan calon presiden dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada wartawan di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa sore.


JK mengatakan masih terus membahas soal kabinet. Menurutnya kabinet dan nama-nama menteri diumumkan masih diproses. 'Saya kira malam ini belum,' kata JK.


Lebih lanjut ia menjelaskan, Jokowi-JK tidak berencana untuk mengumpulkan para pemimpin partai politik (parpol), karena menurutnya apa yang harus dibahas dengan para pimpinan parpol sudah dilakukan.


Kalau pun ada pertemuan, di Rumah Dinas Wakil Presiden, di Menteng, Jakarta Pusat, ia akan menggelar syukuran pelantikan Jokowi - JK, dan akan dihadiri oleh keluarga dekat saja.


Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari pun menampik tudingan yang menyebut Megawati merecoki pemilihan calon menteri.


'Bu Mega tahu aturan dan fatsoen politiknya kuat. Enggak mungkin ngerecoki orang lain,' kata Eva.


Informasi yang beredar di kalangan wartawan, ada beberapa nama yang ikut disodorkan yakni mantan Ketua PPATK Yunus Husein, Ketua Umum PKB/mantan Mennakretrans Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Umum PKB/mantan Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana, Direktur Utama PT KAI Ignatius Jonan, Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Perdagangan Luhut Panjaitan, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.


Kemudian ada Kepala Lemdikpol Komjen Pol Budi Gunawan, Politis Partai Hanura Yudi Krisnandi, mantan pimpinan KPK Mas Achmad Santosa, mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, pengusaha nasional/CEO Garudafood Sudhamek AWS, mantan Menteri Hukum dan AHM Hamid Awaluddin, mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Jhonny Darmawan dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimmly Asshiddiqie.


Ada juga sejumlah politisi antara lain Eva Kusuma Sundari (PDIP), Pramono Anung (PDIP), Puan Maharani (PDIP), Ferry Mursidan Baldan (Nasdem), Marwan Jafar (PKB), Hasto Krisyanto (PDIP, Rini M Soemarno (PDIP).


Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari membenarnya terjadi pengunduran penguman menteri. 'Menurut Pak Jokowi dan Pak JK, bahwa masukan dari KPK dan PPATK menjadi konsideran penyusunan kabinet,' kata Eva.


Walaupun pembentukan kabinet merupakan hak prerogratif presiden, demi legitimasi pemerintahna dan para calon menteri, perlu dimintakan masukan dari penegak hukum. 'Walaupun dalam memutuskan calon menteri, tentu menjadi keputusan presiden selaku pemilik hak prerogatif,' ujar Eva. (tribunnews/rek/mal/fer)


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Siapa 8 Calon Menteri Jokowi yang Bermasalah? - Okezone


JAKARTA- Delapan nama calon menteri Jokowi diberi tanda merah oleh KPK dan PPATK. Siapa nama-nama calon menteri yang diberi tanda merah tersebut.


'Jangan ada media yang sekali-kali menulis, dan menebak-nebak, karena sudah ada yang menulis, dan itu menyangkut nama orang,' kata Jokowi saat jumpa pers di halaman Istana Merdeka, Rabu (22/10/2014).


Jokowi juga enggan menjawab pertanyaan wartawan tentang nama-nama tersebut. 'Kata siapa, siapa yang ngomong,' kata Jokowi menjawab pertanyaan seorang wartawan tentang delapan nama tersebut.



Mantan Gubernur DKI itu juga enggan memperinci lebih lanjut, kapan nama-nama menteri tersebut diumumkan. 'Secepatnya,' jawab Jokowi


(ugo)


berita lainnya


Rabu, 22 Oktober 2014 21:44 WIB

Koordinator ICW, Ade Irawan, menyarankan Jokowi mencoret calon anggota menteri yang dibertanda kuning dan merah oleh KPK.


Rabu, 22 Oktober 2014 21:32 WIB

Jokowi dikabarkan malam ini akan mengunjungi kediaman Megawati Soekaranoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, untuk berkonsultasi soal kabinet


Rabu, 22 Oktober 2014 21:03 WIB

Jean Claude Juncker politisi dari Luxemburg, terpilih sebagai Ketua Komisi Uni Eropa, setelah memenangi voting di Parlemen Uni Eropa hari ini.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Presiden Jokowi Umumkan Kabinet Hari Ini di Luar Istana - Tribunnews


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo berenca mengumumkan kabinetnya hari ini, Rabu (22/10/2014). Namun mengenai waktunya belum dapat dipastikan. Hal tersebut diutarakan Jokowi setelah bertemu pelaksana tugas Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama di rumah dinas Gubernur, Jalan Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta, Rabu (22/10/2014).


'Secepatnya. Jam nanti diberitahu. Ini serius. Bisa sore, siang,' ujar Jokowi.


Mengenai tempatnya, Jokowi juga mengaku belum menentukannya. Jokowi hanya menyebut tiga tempat yang mungkin dijadikan tempat mengumumkan para pembantunya nanti.


'Kalau nggak di Pluit, di Tanah Abang, atau mungkin di Tanjung Priuk mungkin di tempat yang lain,' ujar Jokowi.


Jokowi mengatakan seluruh hal terkait kabinet, akan dijelaskan secara rinci. Termasuk postur dan nama kementerian atau lembaga.


'Nanti diumumkan,' ujar Jokowi.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Setya Novanto Terima Susunan Kabinet Jokowi - Tempo.co

Rabu, 22 Oktober 2014 | 14:21 WIB



Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Setya Novanto. ANTARA/Widodo S. Jusuf


TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto mengatakan telah menerima surat pemberitahuan dari Presiden Joko Widodo terkait dengan susunan dan nomenklatur kabinet. 'Saya baru saja menerima surat dari Presiden tertanggal 21 Oktober,' kata Setya di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu, 22 Oktober 2014. Menurut Setya, surat dari Jokowi itu berisi susunan dan nama-nama menteri yang akan menjalankan pemerintahan selama lima tahun mendatang. Namun Jokowi tidak menyertakan nama pejabat menteri yang akan mengisi setiap kementerian. (Baca: Pelindo Akui Siapkan Lokasi Pengumuman Kabinet.)Berdasarkan data yang masuk, Setya mengatakan, jumlah kabinet yang disiapkan Jokowi sudah sesuai dengan Pasal 17 ayat 4 Undang-Undang Dasar. Jumlahnya tak lebih dari 34 kementerian. Namun, menurut Setya, Jokowi melakukan sejumlah perubahan dalam nomenklatur kabinet. 'Misalnya pemisahan pendidikan dasar dengan pendidikan tinggi,' ujar Setya. Setya mengatakan pimpinan DPR akan segera merespons surat yang diberikan Jokowi. Dia berharap pimpinan DPR bisa memberi jawaban dalam waktu dekat agar Jokowi bisa segera mengumumkan kabinet baru. (Baca: Dicalonkan Jadi Menteri Perempuan, Khofifah Kalem.)Saat ini Jokowi tengah mempersiapkan calon menteri yang akan memimpin 33 kementerian dengan 4 kementerian koordinator. Saat memilih kandidat, Jokowi meminta pertimbangan Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.IRA GUSLINA SUFABerita TerpopulerFahri Sebut Jokowi Presiden yang Tak Pandai Pidato'Jokowi Enggak Pantas Jadi Presiden' Ketemu Kalla, Prabowo Minta Maaf Soal Pilpres


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Komandan Paspampres Belum Pernah Bertemu Jokowi - Tempo.co

Rabu, 22 Oktober 2014 | 11:25 WIB



Panglima Tni Jenderal TNI Moeldoko (tengah ) bersama Mayjen TNI Doni Monardo (kanan) dan Mayjen TNI Andika Perkasa (kiri) bersalam komando usai mengikuti upacara serah terima jabatan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) dari di Mako Paspampres, Tanah Abang II Jakarta, 22 Oktober 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko


TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal Andika Perkasa mengatakan siap mengemban tugasnya sejak dilantik oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko hari ini, Rabu, 22 Oktober 2014, di Markas Komando Paspampres, Tanah Abang. Namun Andika mengaku belum mendapat instruksi atau perintah langsung dari Presiden Joko Widodo. Menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono ini pun mengatakan, sampai saat ini, dirinya belum pernah bertemu dengan Jokowi. 'Saya baru akan bertemu dengan Bapak Presiden setelah acara ini,' ujar Andika kepada wartawan seusai upacara serah-terima jabatan. (Baca: Menantu Hendropriyono Jadi Danpaspamres Jokowi)Di acara yang sama, Panglima TNI Jenderal Moeldoko hanya meminta Andika untuk segera menyesuaikan diri dalam mengamankan presiden, wakil presiden, dan tamu kenegaraan. 'Tugas Paspampres lebih mengarah ke segi teknik dan taktik pengamanan,' kata Moeldoko. (Baca: Siapa Andika Perkasa, Komandan Paspampres Jokowi?)Sebelumnya, muncul tudingan bahwa pemilihan Andika Perkasa menjadi Komandan Paspampres diwarnai politik kepentingan. Musababnya, Andika adalah menantu Hendropriyono, salah satu purnawirawan TNI yang sempat menjadi penasihat khusus Jokowi dalam kampanye calon presiden dan wakil presiden.Jabatan Komandan Paspampres sebelumnya diisi Mayor Jenderal Doni Munardo. Selanjutnya, Mayjen Doni bertugas sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat menggantikan Mayor Jenderal Agus Sutomo, yang menjabat Panglima Kodam Jayakarta. Mayor Jenderal Andika Perkasa sendiri sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat.INDRA WIJAYA


Berita TerpopulerFahri Sebut Jokowi Presiden yang Tak Pandai Pidato'Jokowi Enggak Pantas Jadi Presiden' JK Coret Calon Menteri Bertanda Merah dari KPK Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Jokowi Sebut Pengumuman Kabinet Mungkin Hari Ini - KOMPAS.com


TRIBUNNEWS/JEPRIMA Presiden Joko Widodo atau dipanggil Jokowi saat berlari diatas panggung pada acara syukuran rakyat salam 3 jari di Komplek Monas, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014).


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, pengumuman nama-nama menteri dan susunan kabinetnya kemungkinan akan dilakukan pada Rabu (22/10/2014) ini. Ia menyebut sejumlah tempat yang akan dipilih untuk menjadi lokasi pengumuman.'Mungkin siang hari ini, sore, malam ini hari ini (diumumkan) di Pluit, Tanah Abang, atau Tanjung Priok, mungkin,' kata Jokowi, saat berkunjung ke Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu pagi.Jika benar bahwa pengumuman dilakukan di salah satu tempat yang disebut Jokowi, hal ini bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK mengatakan, pengumuman kabinet pasti akan dilakukan di Istana.'Mesti di Istana dong,' kata JK di Jakarta, Selasa (21/10/2014). Sebelumnya, pada Senin malam hingga Selasa (21/10/2014) dini hari, menurut Jokowi, ia telah memanggil semua calon menteri ke Istana Kepresidenan. Jika tak ada perubahan, maka komposisi kabinet Jokowi akan terdiri dari 33 kementerian dengan empat kementerian koordinator. (Baca: Inikah Struktur Kabinet Jokowi-JK?)Para menteri yang akan mengisi kabinet Jokowi-JK berasal dari kalangan profesional dan partai politik.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Tuesday, October 21, 2014

Penundaan Pengumuman Menteri Jokowi-JK Diapresiasi - Tribunnews


Laporan wartawan Tribunnews.com, Wahyu AjiTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi hingga kini belum mengumumkan susunan kabinetnya. Menurut peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo disebabkan adanya sejumlah faktor.


Faktor pertama yakni adanya hasil penelusuran KPK terkait nama-nama calon menteri yang berpotensi terlibat masalah hukum. Menurut informasi yang beredar, tak kurang dari 15 nama dari 43 nama calon menteri yang diajukan Tim Transisi ke KPK berpotensi terlibat masalah hukum.


Namun demikian, langkah Jokowi menyerahkan nama-nama calon menteri ke KPK sebelum diangkat menjadi menteri adalah sebuah terobosan baru dalam sejarah.


'Untuk hal ini, saya sangat mengapresiasi langkah Presiden Jokowi menggandeng KPK untuk menelusuri rekam jejak para calon pembantunya. Langkah ini adalah bagian dari komitmen untuk membangun kinerja pemerintah yang bersih dari korupsi,' kata Karyono melalui siaran persnya, Rabu (22/10/2014).


Namun pasca KPK menyerahkan hasil penelusuran rekam jejak nama calon menteri yang bersiko terlibat masalah hukum itu membuat Jokowi harus mengocok ulang nama-nama calon menterinya dan menyebabkan pengumuman susunan kabinet tertunda.Selain itu dinamika pembentukan kabinet kini memanas dan otomatis susunan nama-nama calon menteri berubah total.


'Kedua, penyebab penundaan pengumuman kabinet kemungkinan disebabkan oleh tarik- menarik kepentingan di internal Jokowi-JK terkait nama-nama calon menteri yang akan masuk dalam kabinet pemerintahan. Pertarungan di internal Jokowi - JK terkait susunan kabinet sulit dipungkiri,' bebernya.


Pertarungan kepentingan antar partai koalisi, kelompok pebisnis, kepentingan individu, kolega hingga kepentingan ekonomi-politik global tentu berpotensi mempengaruhi susunan kabinet pemerintahan Jokowi-JK.


Dipaparkan Karyono, berdasarkan sumber IPI susunan kabinet masih belum final. Perkembangan terbaru masih terjadi tarik menarik di internal. Kemungkinan terjadi pergeseran nama-nama yang akan masuk dalam kabinet Jokowi-JK. Ada sejumlah nama yang diprediksi akan bergeser dari posisi semula ke posisi lain. Bahkan ada sejumlah nama diperkirakan terpental dari kabinet atau setidaknya berstatus 'lampu kuning' antara lain, Muhaimim Iskandar (Calon Menkokesra), Budi Gunawan (Calon Kapolri), Luhut Panjaitan (Calon Menkopolhukam) dan tiga nama calon menteri ESDM yakni Mantan Komisaris Pertamina, Triharyo Hengky Soesilo, Dirut PGN Hendy Prio Santoso, Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono.


'Dengan demikian, calon menteri ESDM akan diisi nama lain, tapi belum ketahuan namanya hingga kemarin,' imbuhnya.


Berikut ini adalah nomine beberapa nama calon menteri yang masuk nominasi hasil kocok ulang per 21 Oktober 2014:


Menkopolhukam: Ryamizard RyacuduMenkoperekonomian: Sofyan Djalil atau Darmin Nasution Menteri BUMN: Rini SoemarnoMenhub: Ignasius Jonan (Dirut PT. Kereta Api)Menlu: Retno Lestari (Dubes RI untuk Kerajaan Belanda)Mendagri: Jend (Purn) Fahrul RaziMenteri Pertanian: Amran SulaimanMenteri Lingkungan Hidup: Basuki Hadi MulyonoMenkumham: Hamid AwaludinSekneg: Hasto KristyantoMenhan: Andi WidjajantoKepala Staff Kepresidenan: Andrinof ChaniagoMenteri Keuangan: mirza Adityaswara (Deputi Senior Bank Indonesia)Menteri Dikti (pendidikan): Bambang Setiadji (Rektor UMS Solo), Menteri Agama: Tokoh senior NU non partai.


'Sementara Khofifah Indar Parawansa belum tahu jabatan menteri apa tapi namanya cukup aman. Nama-nama calon menteri yang lain masih dalam proses penggodokkan,'katanya.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0