Kabar Jokowi
Saturday, January 24, 2015

Jokowi dan Parpol Koalisi yang Merongrong - KOMPAS.com

KOMPAS.comJokowi dan Parpol Koalisi yang http://ift.tt/1uFP2Cz ASRIL Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri memberikan ucapan selamat kepada Joko Widodo seusai pelantikan presiden dan wakil presiden, Senin (20/10/2014).
Wednesday, January 21, 2015

PKS: Wajar Publik Kecewa dengan Pemerintahan Jokowi - Republika Online

Republika OnlinePKS: Wajar Publik Kecewa dengan Pemerintahan JokowiRepublika OnlineREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Studi Sosial dan Politik (Puspol) Indonesia merilis hasil survei tentang kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hasilnya, 74,60 persen publik kecewa dengan kepemimpinan Jokowi-JK selama 3 bulan ini.
Sunday, January 11, 2015

Jokowi Takut Budi Gunawan tak Lolos Jika Harus 'Lewat Kuningan'? - Republika Online

Republika OnlineJokowi Takut Budi Gunawan tak Lolos Jika Harus 'Lewat Kuningan'?Republika OnlineJika Jokowi tidak melibatkan kedua lembaga tersebut, kata Oce, maka publik tidak akan percaya lagi terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. "Kalau seperti ini, publik semakin tidak percaya dengan kepolisian sekaligus pemerintahan Jokowi," ujarnya.
Tuesday, January 6, 2015

HTI Anggap Pemerintahan Jokowi Penindas Rakyat - Republika Online

Republika OnlineHTI Anggap Pemerintahan Jokowi Penindas RakyatRepublika OnlinePenilaian pemerintahan Jokowi tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Hizbu Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto. Ini akan dilakukan HTI apabila pemerintahan Jokowi benar-benar melakukan tindakan yang meminggirkan agama terutama Islam.
Saturday, January 3, 2015

Pantaskah Jokowi bagi-bagi duit ke rakyat tiap blusukan? - merdeka.com

merdeka.comPantaskah Jokowi bagi-bagi duit ke rakyat tiap blusukan?merdeka.comMerdeka.com - Joko Widodo (Jokowi) sosok presiden yang membangun kedekatan dengan rakyat dengan gaya blusukannya. Dengan cara menyapa langsung ke masyarakat, Jokowi yakin bisa mengetahui permasalahan yang terjadi di tengah rakyatnya.
Monday, December 29, 2014

Blusukan ke Biak, Ini Permintaan Pemda ke Jokowi - Tempo.co

Tempo.coBlusukan ke Biak, Ini Permintaan Pemda ke JokowiTempo.coCO, Biak - Presiden Joko Widodo mengunjungi Pulau Biak, Papua, hari ini. Menurut Jokowi, kedatangannya ke Biak bertujuan untuk mendengarkan keinginan para pejabat daerah setempat ihwal pembangunan di pulau yang terletak di sisi utara Papua itu.
Wednesday, December 24, 2014

Soal Hukuman Mati untuk Koruptor, Ini Kata Jokowi - KOMPAS.com

KOMPAS.comSoal Hukuman Mati untuk Koruptor, Ini Kata JokowiKOMPAS.comJAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada ampunan bagi terpidana kasus narkoba yang akan dihukum mati. Sebab, narkoba telah menimbulkan dampak dan kerugian yang luas bagi masyarakat Indonesia.
Monday, December 22, 2014

Ini Curhat Warga Soal Kartu Sakti Jokowi - Republika Online

Republika OnlineIni Curhat Warga Soal Kartu Sakti JokowiRepublika OnlineREPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengeluhkan pembagian kartu Sakti Jokowi lantaran banyak warga yang tidak terdata untuk mendapatkan bantuan ini.
Thursday, December 18, 2014

Disebut Anti-Islam, Keppres 50/2014 Jadi Jawaban Jokowi - Republika Online

Republika OnlineDisebut Anti-Islam, Keppres 50/2014 Jadi Jawaban JokowiRepublika OnlineREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 50/2014 merupakan jawaban Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) atas keraguan umat Islam terhadap pemerintahannya.
Tuesday, December 16, 2014

Mendadak Datangi SMP di Sebatik, Jokowi Beri "Segepok" Uang - KOMPAS.com


KOMPAS/Suhartono Presiden Joko Widodo berada di kampung nelayan di kawasan perikanan Jembatan Bongkok RT 30, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kota Tarakan, Kalimantan Selatan, Selasa (16/12/2014).


SEBATIK, KOMPAS.com - Siswa-siswi SMP Negeri 1 Sebatik di Jalan Manunggal 43, Pulau Sebatik, Kalimantan Selatan, Selasa (16/12/2014) histeris saat Presiden Joko Widodo mendadak memberhentikan mobil dinasnya, dan turun serta masuk ke halaman sekolah.Tak hanya menyambut dengan suka cita kedatangan Presiden dan Ibu Negara Iriana, mereka juga menjerit-jerit senang dan bahagia. 'Pak Jokowi pak Jokowi Pak Jokowi...,' teriak mereka bersamaan di halaman dan di luar sekolah sembari berjalan atau berlari.Di sekolah itu, Jokowi yang didampingi Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo langsung masuk ke kelas dan duduk bersama rombongan. Kemudian guru-guru SMPN 1 segera ikut masuk dan duduk mendampingi Presiden. Jokowi terlihat mendengarkan penjelasan guru berbaju coklat. Tak lama kemudian, Presiden langsung memberikan 'segepok' uang kepada guru-guru. Di lapangan, Presiden kemudian membagikan buku-buku sekolah ke murid-murid yang menunggu. Kunjungan ini mendadak dilakukan Presiden di luar jadwal yang ditentukan. Memang bukan Jokowi jika tidak dadakan meninjau rakyatnya jika blusukan. 'Asal ada hasilnya ya pak,' komentar perangkat yang kebingungan dengan manuver Presiden ini.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Terkepung Ribuan Warga, Jokowi Gagal Tembus Patok 3 Aji Kuning - KOMPAS.com


KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Presiden Joko Widodo di acara Hari Nusantara 2014, Pantai Siring Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).


SEBATIK, KOMPAS.com - Rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pos Perbatasan Aji Kuning atau Patok 3 di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Selatan, Selasa (16/12/2014) sore, akhirnya tak diteruskan.Jokowi pun gagal melihat dan merasakan rumah warga Indonesia yang ruang tamunya berada di wilayah RI dan dapurnya sudah masuk di wilayah Malaysia. Sebab, meskipun sudah sampai di lokasi Aji Kuning wilayah perbatasan RI dan Malaysia, Jokowi hanya sampai di depan Patok 3 saja.'Presiden Jokowi tak bisa lagi lanjut ke lokasi acara yang sudah disiapkan karena terhadang warga yang berjubel,' ungkap seorang perangkat Kepresidenan, di sela-sela kembali ke helipad Pos Marinir Sebatik, Nunukan, Kalimantan Selatan.Ribuan warga yang ingin bersalaman dan berfoto bersama membuat langkah Jokowi terhenti. 'Kembali-kembali nanti panggungnya ambruk,' ujar Paspamres di sela-sela warga yang berhimpit-himpitan untuk mendekat ke Presiden.Akhirnya, memang Presiden Jokowi langsung meninggalkan lokasi karena jangankan maju ke panggung, mundur pun sulit. Terpaksa anggota Paspampres dan aparat gabungan pengamanan dari Polda dan Kodam setempat agak dengan pasak meminggirkan warga yang tetap nekat mendekat ke Jokowi.Namun, Presiden sendiri sambil menuju mobil Kepresidenan tetap menjulurkan tangan dan senyumannya di antara desakan warga dan aparat keamanan.Antusiasme warga yang mengelu-elukan Jokowi memang luar biasa. Di tengah perjalanan, dari rumah-rumah warga yang dipasangi bendera Merah Putih, Jokowi terus melambaikan tangannya.Bahkan, hingga tiba di Kabupaten Nunukan, untuk meninjau Pos Pelintas Batas Laut Tunon Taka dan Liem Hie Djung, sesekali mobilnya berhenti dan Presiden keluar untuk menyalami warga yang melambai-lambaikan tangannya.Di kedua pelabuhan itu, Presiden Jokowi juga dihadang warga yang ingin melihat dan bersalaman. Warga keluar rumah atau tokonya dan berdiri di pinggir jalan untuk menanti Presiden Jokowi dan rombongan lewat.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Monday, December 15, 2014

Jokowi Panjat Pos Menara Tertinggi di Pulau Sebatik - KOMPAS.com


KOMPAS.com/SUHARTONO Presiden Joko Widodo meninjau wilayah perbatasan dengan memanjat pos menara tertinggi di Pulau Sebatik, Selasa (16/12/2014).


SEBATIK, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meninjau wilayah perbatasan RI-Malaysia, dengan memanjat pos menara tertinggi di Pulau Sebatik, Selasa (16/12/2014). Presiden pun sempat menemui dua prajurit TNI AL yang berjaga 24 jam di pos tertinggi itu lengkap dengan senjata berat. Selain menanyakan kesehatan keduanya, Presiden juga menanyakan perkembangan situasi keamanan dari pos menara. Sebelumnya, rombongan Presiden terbang menggunakan helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara mendarat di lapangan sepakbola di Pos Marinir Sei Bajo, Pulau Sebatik.Sesaat setelah mendarat, Presiden Jokowi langsung diserbu penduduk yang sudah menununggu sejak pagi hari. Mereka menyerbu ke Jokowi yang baru saja turun dari heli. Presiden kemudian menyambutnya dengan mendatangi dan menyalami warga.Di sepanjang jalan menuju Pos Perbatasan Sei Pancang atau Patok 1, rombongan terbatas Presiden dielu-elukan pelajar yang dimobilisasi oleh para guru sekolahnya sambil membawa bendera Merah Putih.Perjalanan dari helipad menuju Patok 1 perbatasan RI1-Malaysia ditempuh selama kurang lebih 25 menit, sekitar 5 kilometer.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Jokowi, Presiden Pertama yang Kunjungi Pulau Sebatik - KOMPAS.com


Sabrina Asril/KOMPAS.com Presiden Joko Widodo


TARAKAN, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo, Selasa (16/12/2014), akan blusukan ke daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik, keduanya di Kalimantan Utara.Dari informasi yang diterima Kompas, Jokowi akan meninjau Pos Perbatasan Marinir TNI Angkatan Laut Sei Pancang dan Aji Kuning di Pulau Sebatik. Presiden juga bakal Mendatangi Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Tunon Taka dan Liem Hie Djung di Nunukan.'Insya Allah jika Presiden Jokowi datang ke Pulau Sebatik dan Nunukan, tercatat Presiden Jokowi sebagai Presiden RI yang pertama datang ke Pulau Sebatik,' ujar Pejabat Gubernur Provinsi Kaltara Irianto Lambrie, Senin (15/12/2014) malam, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah Regional Kalimantan di Kantor Wali Kota Tarakan di Kalimantan Selatan.Menurut Irianto, rombongan Presiden akan menggunakan tiga helikopter Super Puma TNI Angkatan Udara. 'Dari Sungai Pancang, Presiden rencananya melihat patok perbatasan, sekaligus berdialog dengan masyarakat,' imbuh dia.Di PLBL Nunukan, Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi Pelabuhan yang digunakan sebagai pintu keluar masuk penumpang dan barang ke dan dari Malaysia. Sebelum Jokowi datang ke Sebatik, pejabat pemerintahan tertinggi yang pernah sampai ke pulau ini adalah Wakil Presiden Boediono, yakni pada 2010.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

PDIP: Jika Jadi Ketum, Jokowi Jilat Ludah Sendiri - Republika Online

Republika/Agung Supriyanto



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Achmad Basarah mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak mungkin mencalonkan diri sebagai ketua umum PDIP. Jika tiba-tiba mencalonkan diri, menurutnya sama artinya Jokowi tidak konsisten dengan sikapnya sebagai orang pertama yang mengusulkan Megawati Soekarnoputri kembali menjabat sebagai ketum PDIP.


'Kalau Jokowi yang memulai mengusulkan Ibu Mega terus tiba-tiba Pak Jokowi mau mencalonkan diri sebagai calon ketum tentu beliau menjilat ludahnya snediri. Tentu tidak etis, tidak patut sebagai kader parpol,' kata Basarah di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (16/12).


Pada saat rapat kerja nasional (rakernas) PDIP di Semarang bulan September lalu, menurut Basarah, usulan agar Megawati kembali menjabat sebagai ketum PDIP dilontarkan pertama kali oleh Jokowi. Dalam sambutannya, Jokowi meminta Megawati kembali memegang tampuk kepemimpinan PDIP periode 2015-2020.


Usulan Jokowi tersebut, langsung diamini oleh semua kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Disepakati, lanjut Basarah, pada kongres ke-IV tahun depan akan ditetapkan dan dilantik Megawati sebagai ketua umum.


'Ibu Mega sudah ditetapkan sebagai satu-satunya calon ketua umum dalam rakernas. Kongres April 2015 nanti tinggal menetapkan dan mengesahkan saja beliau sebagai ketum,' ujarnya.


Jika kemudian muncul aspirasi masyarakat melalui jajak pendapat tentang peluang Jokowi sebagai ketum, menurut Basarah itu hal yang biasa.


Lembaga survei Cyrus Network merilis survei yang menyebut Joko Widodo (Jokowi) paling pantas menjadi ketua umum PDIP ketimbang Megawati Soekarnoputri. Namun dipastikannya hasil survei tersebut tidak akan memberikan pengaruh signifikan bagi internal PDIP. Apalagi mempengaruhi pimpinan PDIP ke depan.


'Survey Cyrus tidak akan memberikan pengaruh politik signifikan terhadap internal PDIP termasuk dalam menentukan ketum,' ungkapnya.


Selain itu, Basarah melanjutkan, sebagai presiden Jokowi memiliki komitmen terkait jabatan pemerintahan dan partai poliitk. Jokowi mengeluarkan aturan pelarangan rangkap jabatan di posisi eksekutif partai.


'Logika sederhananya kalau menteri saja yang tugasnya sektoral dilartang rangkap jabatan di parpol, bagaimana presiden yang begitu luas ruang lingkupnya,' kata dia.


Karena itu, Basarah yakin Jokowi tidak akan melanggar aturan dan kebijakan yang telah dibuatnya sendiri. Sebagai presiden Jokowi diyakini tidak akan mau merangkap jabatan sebagai ketua umum PDIP.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Sunday, December 14, 2014

Selamat dari Longsor, Anak Fatimah Diberi Nama Guntur Jokowi - Tribunnews




Tribunnews.com. Banjarnegara - Fatimah, seorang perempuan hamil yang selamat dari bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara telah melahirkan anak laki-laki. Fatiman disebut-sebut menerima mukjijat karena rumahnya merupakan satu-satunya rumah yang selamat dari tanah longsor itu.


Seorang relawan Andoyo Suliantoro, Senin (15/12/2014) mengabarkan, anak laki-laki yang dilahirkan di Puskesmas Karangkobarh itu diberi nama Guntur Jokowi, karena lahir tak lama setelah dikunjungi Presiden Joko Widodo.


Presiden Jokowi setelah meninjau proses pencarian korban longsor, langsung memberikan bantuan kepada para pengungsi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.


Saat berada di posko pengungsian, Jokowi dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa secara simbolis memberikan ribuan selimut kepada para korban selamat. 'Bantuan berupa perlengkapan tidur diberikan kepada para korban bencana tanah longsor,'ujar Khofifah, Minggu (14/12/2014).


Kepada petugas Posko, Khofifah meminta petugas senantiasa memerhatikan para pengungsi. 'Selalu perhatikan apa yang dibutuhkan pengungsi, mulai dari kebutuhan logistik ataupun perlengkapan yang diperlakukan darurat seperti ini,' kata dia.


Sementara Jokowi memerintahkan TIM SAR Gabungan membuka akses jalan yang tertutup, sehingga alat berat berupa eskavator bisa masuk ke lokasi longsor untuk melakukan evakuasi. 'Kalau akses jalan sudah terbuka semua, eskavator baru bisa masuk,' kata Jokowi.


Jokowi meminta kepada Tim SAR dan warga berhati-hati saat proses evakuasi. 'Sekali lagi semuanya harus berhati-hati saat melakukan evakuasi,' kata dia.


Dia menyebut Provinsi Jawa Tengah memang banyak terdapat titik-titik rawan bencana. Tidak hanya bencana longsor, namun juga bencana alam lainya. 'Saya minta, semua warga yang tinggal di daerah titik rawan bencana selalu waspada,'ungkapnya.


Kejadian Unik

Ada kejadian unik dalam kunjungan Jokowi ke lokasi longsor. Setelah meninjau lokasi longsor, sepatu kerja pantofel milik Presiden Jokowi yang semula bewarna hitam mengkilat, berubah warna jadi coklat karena lumpur.


Jokowi pun membersihkan kaki dan sepatunya sendiri dengan menggunakan air yang sudah disiapkan di dalam ember oleh relawan.


Saat membersihkan lumpur di sepatu, jokowi pun tidak segan mengusap-usap kakinya dengan menggunakan tangan di hadapan ratusan warga yang saat itu mengerubutinya.


Selesai membersihkan sepatu dan tangan menggunakan air bersih, Jokowi langsung naik ke mobil dan meninggalkan lokasi untuk menuju ke posko logistik. Di sana dia menyerahkan bantuan berupa selimut kepada pengungsi.


Sesaat setelah Jokowi masuk ke dalam mobil, ratusan warga yang sudah berdesak-desakan untuk melihat lebih dekat orang nomor satu di negeri ini, langsung menyerbu sisa air cucian Jokowi untuk membasuh muka.Mereka menganggap bahwa air bersih sisa yang digunakan Jokowi dapat membawa berkah. 'Alhamdulilah saya senang, bisa basuh muka saya dengan air bersih sisa milik Pak Jokowi. Ya semoga berkah. Sebab, Pak Jokowi adalah orang yang jujur, baik dan sangat penyabar,' ujar Marnoto, warga Desa Pencil, Kecamatan Karangkobar, usai membasuh muka dengan air bersih sisa Jokowi.Warga lainnya, Yuni (26) berharap setelah membasuh mukanya dengan air bersih sisa dari Presiden RI dapat mendapat keberkahan. 'Ya moga-moga aja nasib saya ke depan bisa sukses kayak Pak Presiden,' kata dia. (tribun jateng/nug)


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

"Abaikan" Penyambutan dan Ruang VIP, Jokowi Langsung Pindah ... - KOMPAS.com


KOMPAS.com/SUHARTONO Setelah terbang selama satu jam sekitar 40 menit dari Jakarta, Presiden Joko Widodo mendarat di Bandara Syamsuddin Noer di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014) pagi.


BANJARMASIN, KOMPAS.com - Setelah terbang selama satu jam sekitar 40 menit dari Jakarta, Presiden Joko Widodo mendarat di Bandara Syamsuddin Noer di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014) pagi.Meskipun seharusnya Jokowi berisitrahat sejenak di ruang VIP Bandara Syamsuddin Noer, namun Presiden memilih langsung beranjak menuju pesawat CN-295 M yang sudah menunggu tak jauh dari Pesawat Kepresidenan BBJ 2.Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana hanya menyalami Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dan jajaran Muspida Kalsel di ujung tangga pesawat. Sebenarnya, saat turun itu, rombongan Presiden disambut acara adat berupa tari-tarian. Namun, karena mengejar waktu, Jokowi langsung beranjak ke pesawat yang membawanya ke Bandara Gusti Syamsir, Kotabaru, Kalsel. Menariknya, meskipun Presiden Jokowi dan rombongan sudah masuk ke pesawat CN-295, penyambutan adat tetap berlangsung di bandara.Sementara itu, Gubernur Ariffin lalu ikut bersama Presiden dan sejumlah menteri menuju Kotabaru untuk memperingati Hari Nusantara Tingkat Nasional 2014. Lama perjalanan menuju Kotabaru sekitar 40 menit.Pesawat CN 295M yang membawa Presiden dalam kunker ke Kalimantan ini --juga yang membawa Presiden meninjau korban dan lokasi longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, kemarin, merupakan salah satu kekuatan dari Skadron Udara 2 yang menjadi pelaksana operasional Wing Udara 1 Pangkalan TNI AU.Operasional pesawat ini langsung di bawah komando Komandan Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Selain CN-295M, Skadron Udara 2 CN-235 juga mengoperasionalkan. Kedua pesawat tercatat sebagai produksi nasional.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Partai Golkar Pecah, Ujian Bagi Jokowi - Republika Online


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) diminta lebih berhati-hati dalam menghadapi adanya dua kubu di Partai Golkar yang meminta Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) untuk mensahkan hasil musyawarah nasionalnya. Dua kubu ini yaitu kubu hasil Munas Bali yang memilih Aburizal Bakrie menjadi ketua umum Partai Golkar dan Munas Ancol yang juga memilih Agung Laksono sebagai ketua umum baru Partai Golkar. 'Ini ujian bagi Jokowi,' kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andar Nurbowo saat dihubungi Ahad (14/12). Jokowi, terang Andar, ada dalam dua pilihan yakni akan menjadi fasilitator dua kubu Partai Golkar atau memihak salah satu kubu. Menurut Direktur IndoStrategi, Jokowi jangan sampai gegabah mengambil keputusannya dalam mengatasi adanya dua kubu yang bertikai. Dalam hal ini, kata Andar, Kemenkumham perlu teliti melihat permasalahan yang ada, siapa dari dua kubu ini yang harus diakuinya secara sah. Partai Golkar, Andar menuturkan, partai yang sudah makan banyak asam garam di kancah perpolitikan nasional. Karena itu Jokowi jangan sampai menyepelekan penanganan permasalahan Partai Golkar. Kebijakan Jokowi melalui Kemenkumham, terang Andar, akan memperlihatkan dengan jelas langkah politiknya ke depan. Lebih lanjut, Andar menambahkan, kini pemerintah memang sudah terlihat cukup hati-hati menghadapi dua kubu partai beringin yang berselisih. Tidak seperti sebelumnya, kata dia, pemerintah terlalu cepat mengambil kebijakan saat mensahkan perubahan susunan kepengurusan dewan pimpinan pusat Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar VIII Surabaya.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Puluhan Warga Banjarnegara Dilatih Amankan Jokowi - KOMPAS.com


Tribun Jateng/ Fajar Eko Nugroho Lokasi bencana longsor yang menimpa puluhan rumah di Dusun Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar, Sabtu (13/12/2014).


BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Sekitar 40 warga Karangkobar, Banjarnegara tampak serius mendengarkan arahan dari seorang anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres), Minggu (14/12/2014). Mereka ternyata dilatih untuk menghadapi situasi keramaian ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke lokasi bencana tanah longsor itu. Warga diminta membentuk barisan dan bergandengan tangan. Salah seorang dari mereka ditunjuk menjadi pemimpin. Mereka juga diminta mendengarkan instruksi dari pemimpin yang telah ditunjuk itu. 'Nanti dengarkan instruksi dari yang menghadap ke dalam (pemimpin). Jangan biarkan genggaman anda lepas. Jadi, jangan seenaknya,' ujar seorang personel paspamres di lapangan bola Karangkobar, Minggu siang. Adegan latihan ini menjadi tontonan warga yang juga berharap bisa melihat Jokowi dari dekat. Diperoleh informasi, saat ini Presiden Jokowi sedang meninjau lokasi longsor, di Dusun Jemblung, Sampang, Banjarnegara.'Pak Jokowi katanya mau ke sini, tapi kapan belum tahu. Katanya mau lewat sini, tapi pesawatnya ada tiga di depan SMA Karangkobar,' kata seorang warga bernama Suprapto.Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo bertolak ke Banjarnegara dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu pagi. Menggunakan pesawat CN-295 milik TNI AU, Jokowi meninjau langsung proses pencarian korban longsor.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Kontras Kritik "Gerak Cepat" Jokowi - KOMPAS.com


Reuters Sebuah kapal nelayan Vietnam ditenggelamkan di Laut Natuna di Anambas, Kepulauan Riau (5/12/2014).


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengkritik kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang kerap menggunakan konsep gerak cepat dan ideologi nasionalisme.Koordinator Kontras Haris Azhar mencontohkan, mengenai penenggelaman kapal ilegal di perairan Indonesia yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kontras menilai, langkah tersebut terlalu terburu-buru dan tidak sesuai mekanisme yang ada. 'HAM akan tergerus oleh konsep gerak cepat dan nasionalisme ini. Contohnya Kementerian (Kelautan dan Perikanan) Ibu Susi (Pudjiastuti) menerapkan pembakaran dan penenggelaman kapal yang masuk wilayah tanpa izin,' kata Haris dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (14/12/2014). Akibat menggunakan konsep gerak cepat dan nasionalisme, kata Haris, pemerintah mengabaikan mekanisme yang harusnya dilakukan. Padahal, menurut dia, harusnya ada proses peradilan yang dilakukan sebelum kapal ditenggelamkan. 'Apalagi yang ditenggelamkan itu ternyata cuma perahu kecil, bukan kapal-kapal besar,' tambah Haris. Untuk diketahui, penenggelaman kapal ini mengacu kepada Pasal 69 ayat (1) dan (4) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Aturan dalam ayat (1) berisi, 'Kapal pengawas perikanan berfungsi melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang perikanan dalam wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.' Adapun ayat (4) berbunyi, ' Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana ayat (1) penyidik dan atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan atau penenggelaman kapal perikanan berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup.'baca juga: JK Mengaku Sempat Ragu Saat Jokowi Pilih Susi Jadi Menteri


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Saturday, December 13, 2014

Naik Pesawat CN-295, Jokowi Berangkat ke Banjarnegara dari ... - Detikcom

Updated

Mega Putra Ratya - detikNews



Jakarta - Presiden Joko Widodo berangkat ke Banjarnegara untuk meninjau langsung lokasi longsor yang hingga kini setidaknya telah menelan 20 korban jiwa. Jokowi berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma dengan menaiki pesawat CN-295 (sebelumnya ditulis CN-235) milik TNI AU.


'Ini baru mau ke lapangan, setelah dari lapangan baru ngerti kondisinya seperti apa. Apa yang perlu ditambahkan, alat berat‎ misalnya,' kata Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (14/12/2014).


Jokowi mengenakan baju lapangan andalannya, yakni kemeja putih dengan lengan dilipat. Dia didampingi sang istri, Iriana.


Mantan Gubernur Jakarta itu memastikan, untuk bantuan bagi para korban longsor di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara tidak ada masalah. Namun, Jokowi tetap harus mengecek langsung agar bisa tahu jika ada yang kurang.


'Masalah bantuan tidak ada masalah. Yang paling penting adalah masalah kecepatan evakuasi. Sampai tadi pagi saya dapat laporan, 20 ditemukan,' jelas Jokowi.


Jokowi belum bisa memastikan apakah longsor di Banjarnegara nantinya bisa dikategorikan bencana nasional. Pasalnya dia harus tahu dulu kondisi lapangan sebelum menentukan status bencana dan instruksi yang akan disampaikan ke jajaran menteri.


'Nanti kalau sudah sampai lapangan,' tegas Jokowi.


Jokowi juga mengingatkan banyaknya lokasi rawan longsor di Indonesia. Oleh karena itu dia mengimbau semua warga yang berada di titik rawan longsor terus waspada.


'Semuanya kita harus waspada, enggak cuma satu dua titik, ratusan titik di tanah air yang rawan longsor, terutama di Pulau Jawa,' imbaunya.


Pesawat yang ditumpangi presiden lepas landas pukul 07.05 WIB dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Menteri yang turut serta bersama presiden adalah Seskab Andi Widjajanto.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program 'Reportase Sore' TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB


(mpr/kha)



Javascript harus diaktifkan terlebih dahulu


Lapsus



Redaksi: redaksi[at]detik.com Informasi pemasangan iklan hubungi : sales[at]detik.com


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Langkah Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Negara Diapresiasi - KOMPAS.com


KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Kabinet di Istana Presiden, Senin (17/11/2014).


JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah Presiden Joko Widodo membubarkan 10 Lembaga Negara Non-Struktural dipandang sebagai sebuah langkah positif. Ahli Hukum Tata Negara Andi Irmanputra Sidin berharap langkah serupa dapat terus dilakukan oleh Presiden. 'Hal ini tentunya sangat posistif, karena wajah ketatanegaraaan saat ini ibarat benang kusut di antara banyaknya lembaga-lembaga negara baik di bawah eksekutif atau yang disebut independen yang kewenangannya saling tumpang tindih satu sama lainnya,' kata Ahli Hukum Tata Negara Andi Irmanputra Sidin melalui keterangan tertulis, Minggu (14/12/2014). Semrawutnya tatanan lembaga negara ini, kata Andi, tentunya sangat tidak memberikan jaminan perlindungan dan kepastian hukum bagi warga Negara. 'Di satu sisi, banyaknya lembaga-lembaga Negara seperti itu justru cenderung mereduksi otoritas konstitusional,' ujar Andi. Presiden,lanjut dia, adalah pemegang kekuasaaan pemerintahan sekaligus penangungjawab pertama dan utama akan pemenuhan, perlindungan, pemajuan, dan penegakan hak-hak asasi manusia.hal tersebut diatur dalam Pasal 4 ayat 1 UUD 195 dan Pasal 28I ayat (4) UUD 1945. 'Oleh karenanya pembubaran berbagai lembaga-lembaga tersebut, bukan semata dilihat sebagai perampingan birokrasi atau penghematan anggaran, namun yang utama tanggungjawab akan pencapaian tujuan Negara menurut konstitusi bisa kembali kepada koridur konstitusionalnya,' ucap Andi. Sebelumnya, dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan urusan pemerintahan, Presiden pada 4 Desember 2014 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 176 tentang Pembubaran 10 Lembaga Non-struktural. Ke-10 lembaga non-struktural yang dibubarkan itu adalah: 1. Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional; 2. Lembaga Koordinasi dan Pengendalian Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat; 3. Dewan Buku Nasional; 4. Komisi Hukum Nasional; 5. Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Nasional. 6. Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan; 7. Badan Pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu; 8. Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak; 9. Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia; 10. Dewan Gula Indonesia. Baik tugas, dokumen maupun pegawai yang ada dalam lembaga tersebut akan dialihkan ke kementerian atau lembaga lain yang memiliki peran serupa.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Ini Kegiatan Jokowi di Lokasi Longsor Banjarnegara - Tempo.co

Minggu, 14 Desember 2014 | 08:26 WIB



Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Widodo menaiki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 Desember 2014. Presiden Korsel, Park Geun-hye, mengundang Jokowi untuk menghadiri KTT Khusus ASEAN-Korea di Busan. TEMPO/Subekti.


TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju lokasi longsor di Dusun Jemblung,Desa Sampang,Kecamatan Karangkobar,Kabupaten Banjarnegara untuk meninjau lokasi longsor. 'Akan ke lokasi keduanya (lokasi longsor dan tempat pengungsi),' kata Jokowi sebelum lepas landas di Bandara Halim Perdanakusumah, Ahad, 14 Desember 2014. ( Terbang ke Longsor Banjarnegara, Jokowi Cuit Duka)Jokowi ke Banjarnegara menggunakan pesawat Cessna 295. Pesawat lepas landas pada jam 07:00. Ia didampingi oleh Iriana Widodo dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Jokowi mengatakan menteri-menteri lain yang terkait sudah terlebih dahulu berada di lokasi. 'Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial,' kata Jokowi. ( Tagar Tentang Jokowi Paling Cepat Tersebar di 2014)Mengenai penanganan korban, Jokowi belum dapat merinci langkah darurat apa yang akan dilakukan. Ia akan terlebih dahulu memeriksa kondisi di lapangan. Kami ini baru akan ke lapangan, setelah ke lapangan baru mengerti. Kondisinya seperti apa, apa yang perlu ditambahkan alat beratnya. Belum di lapangan jadi tidak mengerti,' katanya. ( Longsor Banjarnegara, 88 Orang Masih Tertimbun)Pencarian dan penyelamatan korban longsor di Dusun Jemblung,Desa Sampang,Kecamatan Karangkobar,Kabupaten Banjarnegara terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Ahad, jam 06.30 WIB, jumlah korban 20 orang tewas, 11 luka berat, 4 luka ringan dan 88 orang masih dalam pencarian. Dari 20 orang tewas, 16 sudah teridentifikasi dan 4 orang belum dapat diidentifikasi. Korban tewas tidak semuanya warga Kecamatan Karangkobar, tetapi juga ada 5 orang warga Kecamatan Pejawaran.ANANDA TERESIABaca berita lainnya:Pramugari AirAsia Disiram Air Panas, Ini SebabnyaMereka yang Terpilih, Tokoh Tempo 2014Tutut Minta Putusan Arbitrase TPI DibatalkanSukses Emisi Karbon Pati Dibawa ke Konferensi Peru


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Cuaca Ekstrem, Jokowi: Pemda Harus Waspada - Tempo.co

Minggu, 14 Desember 2014 | 08:48 WIB



Kendaraan berjalan perlahan saat melintas di jalan raya Banjarnegara-Batur-Wonosobo yang amblas di wilayah Wanayasa, Banjarnegara, Jateng, 13 Desember 2014. ANTARA/Anis Efizudin


TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah untuk waspada terjadinya longsor dengan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.'Semua kita harus waspada, tidak cuma satu atau lima titik. Ada ratusan titik di tanah air yang rawan longsor, terutama di Pulau Jawa,' kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah sebelum terbang ke Banjarnegara, Ahad, 14 Desember 2014.Untuk masalah longsor di Banjarnegara, Jokowi mengatakan pemerintah harus fokus pada kecepatan evakuasi. Jokowi menegaskan tidak ada masalah untuk bantuan ke wilayah bencana. (Baca: Libur Akhir Tahun, Turis Belanjakan Rp 150 Triliun)'Kalau untuk masalah bantuan tidak ada masalah. Yang paling penting adalah kecepatan evakuasi. Sampai pagi tadi saya baru dapat laporan 20 korban (korban meninggal yang dievakuasi).'Jokowi pagi ini terbang menuju Banjarnegara untuk meninjau lokasi longsor. Jokowi menuju Banjarnegara dari Bandara Halim Perdanakusumah. Jokowi didampingi oleh Iriana Widodo dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. (Baca: Di Banjarnegara, Hutan Berubah Jadi Ladang )Pencarian dan penyelamatan korban longsor di Dusun Jemblung,Desa Sampang,Kecamatan Karangkobar,Kabupaten Banjarnegara terus dilakukan oleh tim gabungan.


Hingga Ahad, jam 06.30 WIB, jumlah korban 20 orang tewas, 11 luka berat, 4 luka ringan dan 88 orang masih dalam pencarian. Dari 20 orang tewas, 16 sudah teridentifikasi dan 4 orang belum dapat diidentifikasi.Korban tewas tidak semuanya warga Kecamatan Karangkobar, tetapi juga ada 5 orang warga Kecamatan Pejawaran.ANANDA TERESIA


Baca juga:Jessica Iskandar Curhat Bisikan 'Malaikat'LBH Pers Desak Polisi Bebaskan Pemred Jakarta PostJokowi Mau Lewat, Sultan Hamengku Buwono X Minggir Siapa 10 Kepala Daerah Pemilik Rekening Gendut?


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Naik Pesawat CN235, Jokowi Berangkat ke Banjarnegara dari ... - Detikcom

Longsor di Banjarnegara

Mega Putra Ratya - detikNews



Jakarta - Presiden Joko Widodo berangkat ke Banjarnegara untuk meninjau langsung lokasi longsor yang hingga kini setidaknya telah menelan 20 korban jiwa. Jokowi berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma dengan menaiki pesawat CN235 milik TNI AU.


'Ini baru mau ke lapangan, setelah dari lapangan baru ngerti kondisinya seperti apa. Apa yang perlu ditambahkan, alat berat‎ misalnya,' kata Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (14/12/2014).


Jokowi mengenakan baju lapangan andalannya, yakni kemeja putih dengan lengan dilipat. Dia didampingi sang istri, Iriana.


Mantan Gubernur Jakarta itu memastikan, untuk bantuan bagi para korban longsor di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara tidak ada masalah. Namun, Jokowi tetap harus mengecek langsung agar bisa tahu jika ada yang kurang.


'Masalah bantuan tidak ada masalah. Yang paling penting adalah masalah kecepatan evakuasi. Sampai tadi pagi saya dapat laporan, 20 ditemukan,' jelas Jokowi.


Jokowi belum bisa memastikan apakah longsor di Banjarnegara nantinya bisa dikategorikan bencana nasional. Pasalnya dia harus tahu dulu kondisi lapangan sebelum menentukan status bencana dan instruksi yang akan disampaikan ke jajaran menteri.


'Nanti kalau sudah sampai lapangan,' tegas Jokowi.


Pesawat yang ditumpangi presiden lepas landas pukul 07.05 WIB dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Menteri yang turut serta bersama presiden adalah Seskab Andi Widjajanto.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program 'Reportase Sore' TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB


(mpr/kha)



Javascript harus diaktifkan terlebih dahulu


Lapsus



Redaksi: redaksi[at]detik.com Informasi pemasangan iklan hubungi : sales[at]detik.com


Entities Related Keywords Authors Media Images 0