Kabar Jokowi
Thursday, August 28, 2014

Hari Ini, Jokowi


http://ift.tt/1pdJusf WIDIANTORO Pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Jokowi-Jusuf Kalla (JK) saat menggelar konferensi pers di Hotel Holiday Inn, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014). Dalam kesempatan itu ia menyampaikan 9 Program Nyata Jokowi-JK jika terpilih sebagai presiden.


JAKARTA, KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM.com - Presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, akan menggelar rapat di Kantor Tim Transisi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2014). Rapat akan diikuti Tim Transisi dan seluruh kelompok kerja di bawahnya. Deputi Tim Transisi Akbar Faizal mengatakan, rapat dijadwalkan pada Kamis sore. Agenda utamanya adalah laporan kerja seluruh pokja dan koordinasi setelah Jokowi bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali. 'Nanti kita laporkan semua ke presiden dan wakil presiden terpilih, semua pokja juga akan memyampaikan kinerjanya,' kata Akbar, di Kantor Transisi, Rabu (27/8/2014) malam.Jika Jokowi-Kalla hadir dalam rapat ini, maka inilah kali pertama Kantor Transisi disambangi presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019 secara bersamaan. Selama ini, Kalla belum pernah sekali pun datang ke Kantor Transisi sejak kantor tim itu diresmikan oleh Jokowi pada 4 Agustus lalu.Spekulasi sempat bermunculan mengenai ketidakhadiran Kalla. Namun, Tim Transisi memastikan bahwa timnya tetap solid. Komunikasi antara Jokowi dan Kalla pun disebut tetap berjalan. Sementara itu, usai pertemuan pada Rabu (27/8/2014) malam, di Nusa Dua, Bali, Jokowi dan Presiden SBY sepakat untuk mulai intensif menjalin komunikasi selama proses transisi pemerintahan. Presiden SBY pun membuka pintu bagi tim transisi untuk mulai berkomunikasi dengan jajaran pemerintahan yang akan ditunjuknya. 'Secara moral saya wajib memberikan bantuan kepada beliau (Jokowi) sepanjang itu dikehendaki. Pertemuan tadi mengukuhkan keperluan sebuah komunikasi berlanjut dan kerja sama yang baik,' kata Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8/2014) malam.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Henry Chan Hari Ini, JOKOWI

Kiai Kediri Usul Jokowi Rangkul Prabowo

Kamis, 28 Agustus 2014 | 11:49 WIB



Gambar Kombinasi calon presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta, 20 Mei 2014 (kiri) dan Joko 'Jokowi' Widodo di Jakarta, 16 Maret 2014. REUTERS/Stringer (kiri) dan Beawiharta


KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM, Kediri - Kiai pendukung Prabowo menyarankan presiden terpilih Joko Widodo membuka komunikasi dengan Prabowo. Hal ini untuk mencairkan kebekuan hubungan di antara mereka agar tak berdampak pada masyarakat bawah. Saran ini disampaikan Kiai Anwar Iskandar, pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kediri, yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama. Anwar Iskandar sebelumnya juga menggalang dukungan para kiai untuk Prabowo pada pemilihan presiden 9 Juli lalu. Dia menyarankan Jokowi untuk mendatangi Prabowo guna membicarakan langkah-langkah selanjutnya dalam menata pemerintahan ke depan. 'Jangan ada gengsi. Jokowi yang harus datang kepada Prabowo untuk dirangkul,' kata Kiai Anwar kepada Tempo, Kamis, 28 Agustus 2014. (Baca: Prabowo: Kalian Berkhianat? Dapat Apa dari Jokowi?) Sebagai pihak yang menang, Jokowi secara moral memiliki kewajiban memperbaiki hubungan dengan rivalnya. Bahkan, kalaupun Jokowi cukup keberatan dengan saran itu, setidaknya ada pihak ketiga yang memediasi mereka dan mewakili Jokowi. Kiai Anwar khawatir jika komunikasi politik ini tidak dilakukan, maka akan mengulang preseden buruk hubungan Presiden SBY dengan mantan presiden Megawati. Akibat kerasnya konflik mereka saat pemilihan presiden, Megawati sampai tak pernah mau menginjakkan kaki di Istana Negara dalam berbagai acara. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada psikologis pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Demokrat. (Baca: Hasil Pleno, Demokrat Tetap Koalisi Merah Putih) Situasi seperti itu, menurut Kiai Anwar, tidak akan menutup kemungkinan terulang pada massa pendukung Gerindra dan PDIP mendatang. Oleh karena itu, menjadi hal yang sangat mendesak bagi Jokowi untuk melakukan langkah-langkah rekonsiliasi yang berasal dari dirinya. 'Jangan mengulang kasusnya Mega dengan SBY,' katanya. Kiai Anwar Iskandar, yang sedang sakit dan menderita patah lengan itu, mengaku prihatin dengan langkah politik yang dilakukan Jokowi. Salah satunya adalah membuat pertemuan khusus dengan SBY di Bali untuk membahas anggaran ke depan. Menurut Kiai Anwar, hal itu seharusnya cukup dilakukan para menteri dengan Tim Transisi. Adapun Jokowi sendiri lebih baik melakukan upaya rekonsiliasi nasional yang jauh lebih penting. (Baca: Hatta ke Prabowo: Mau Sampai Kapan Begini Terus?) Selain memberi nasihat kepada Jokowi, Kiai Anwar juga mengkritik sikap Partai Persatuan Pembangunan yang belum melakukan upaya nyata untuk menyelesaikan konflik internalnya. Posisi Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang berstatus tersangka akan menjadi batu sandungan jika tidak segera dituntaskan. 'Sebelum persoalan internal PPP tuntas, jangan dulu bicara koalisi dengan Jokowi,' katanya.Eks PM Thailand Bebas dari Dakwaan PembunuhanPedagang Bensin Eceran Berebut Premium di KediriBus TransJakarta yang Terbakar Diimpor dari CinaIngin Hidup Enak, Panda Ini Palsukan Kehamilan


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Jokowi: Kabinet Merah Putih, bukan Kabinet Koalisi Merah Putih


KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM JAKARTA -- Jokowi memberi peluang bagi siapa pun untuk duduk menjadi menteri. Bahkan, ia menjamin posisi kabinet tidak hanya diisi dari partai koalisi yang mendukungnya di Pilpres 2014. Meski belum menyebut nama, Jokowi akan memberi nama pemerintahannya sebagai Kabinet Merah Putih.


Uniknya, nama ini mirip dengan Koalisi Merah Putih yang dibentuk Prabowo Subianto. Hal itu diutarakan Jokowi melalui akun Facebook resmi miliknya. Berikut penjelasan Jokowi terkait Kabinet Merah Putih:KABINET MERAH PUTIHSaya akan mengundang anggota kabinet yang ideologis yang paham bagaimana membuat program taktis dan strategis yang menguntungkan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, bersih dari korupsi, kompeten, dan mempunyai jiwa leadership yang tinggi.


Mereka tidak hanya harus mampu memimpin kementerian, tetapi juga harus mampu meyakinkan anggota dewan dan juga publik tentang perencanaan dan pelaksanaan program. Mereka tidak hanya pejabat pemerintah yang mampu menjalankan program secara teknis, tetapi sekaligus adalah pejabat politik yang trampil mengawal program menurut tata negara Republik Indonesia dan berhadapan dengan semua pemangku kepentingan.Saya akan mengundang putra-putri terbaik bangsa. Bisa jadi mereka berasal dari luar koalisi yang mendukung saya. Ini harus menjadi Kabinet Merah Putih, bukan kabinet koalisi Merah Putih atau kabinet Rakyat. Ini akan menjadi Kabinet Merah Putih bagi seluruh bangsa, tidak hanya bagi sebagian orang yang mendukung saya. Bangsa besar menuntut jiwa besar untuk mengelolanya. Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Wednesday, August 27, 2014

Jokowi Hari Ini Gelar Rapat dengan Pokja Tim Transisi


Warta Kota/henry lopulalan


RUMAH TRANSISI - Presiden terpilih Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi - JK, Rini Soewandi dan tiga orang Deputi Kepala Staf, Anies Baswedan, Akbar Faisal dan Hasto Kristiyanto ( kiri-kanan) di halaman Kantor Transisi Jokowi - JK di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/8). Kantor Transisi tersebut akan menjadi tempat untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan transisi dari pemerintahan Presiden SBY hingga pelantikan presiden tanggal 20 Oktober, termasuk membahas pembentukan kabinet dan APBN 2015. Warta Kota/henry lopulalan




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, akan menggelar rapat di Kantor Tim Transisi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2014).


Rapat akan diikuti Tim Transisi dan seluruh kelompok kerja di bawahnya. Deputi Tim Transisi Akbar Faizal mengatakan, rapat dijadwalkan pada Kamis sore.


Agenda utamanya adalah laporan kerja seluruh pokja dan koordinasi setelah Jokowi bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali.


'Nanti kita laporkan semua ke presiden dan wakil presiden terpilih, semua pokja juga akan memyampaikan kinerjanya,' kata Akbar, di Kantor Transisi, Rabu (27/8/2014) malam.


Jika Jokowi-Kalla hadir dalam rapat ini, maka inilah kali pertama Kantor Transisi disambangi presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019 secara bersamaan.


Selama ini, Kalla belum pernah sekali pun datang ke Kantor Transisi sejak kantor tim itu diresmikan oleh Jokowi pada 4 Agustus lalu.


Spekulasi sempat bermunculan mengenai ketidakhadiran Kalla. Namun, Tim Transisi memastikan bahwa timnya tetap solid. Komunikasi antara Jokowi dan Kalla pun disebut tetap berjalan.


Sementara itu, usai pertemuan pada Rabu (27/8/2014) malam, di Nusa Dua, Bali, Jokowi dan Presiden SBY sepakat untuk mulai intensif menjalin komunikasi selama proses transisi pemerintahan.


Presiden SBY pun membuka pintu bagi tim transisi untuk mulai berkomunikasi dengan jajaran pemerintahan yang akan ditunjuknya.


'Secara moral saya wajib memberikan bantuan kepada beliau (Jokowi) sepanjang itu dikehendaki. Pertemuan tadi mengukuhkan keperluan sebuah komunikasi berlanjut dan kerja sama yang baik,' kata Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8/2014) malam.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Cerita "Blusukan" Pertama Jokowi Dikawal Paspampres


Fabian Januarius Kuwado Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau proyek sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Selasa (26/8/2014).


JAKARTA, KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM.com - Blusukan Gubernur DKI Jakarta sekaligus presiden terpilih Joko Widodo, Selasa (26/8/2014), tampak berbeda. Dia tidak lagi dijaga pengawal pribadi, tetapi oleh Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Di lokasi pertama, Jokowi meninjau proyek sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT), Jatinegara, Jakarta Timur. Di lokasi kedua, Jokowi meninjau proyek pembuatan Waduk Rawa Kendal, Cilincing, Jakarta Utara. Di dua lokasi itu, Jokowi terus dikawal Paspampres. Berdasarkan pantauan KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM, ke mana pun Jokowi melangkah, setidaknya ada enam personel Paspampres berada dalam jarak dua meter. Para personel ini menggunakan kemeja batik bernuansa merah dan lengan panjang dengan headset di telinga. Perlakuan anggota TNI berambut cepak terhadap masyarakat yang ingin mendekati Jokowi cukup halus. Mereka merangkul dan memberitahukan warga untuk tak mendekat terlebih dahulu karena Jokowi tengah bekerja. Permintaan itu pun diutarakan mereka dengan senyum. 'Maaf ibu jangan dekat-dekat dulu ya,' ujar salah seorang anggota Paspampres kepada warga. 'Oh, iya Mas, maaf,' jawab sang warga tersebut. Masyarakat baru diberikan kesempatan berinteraksi dengan Jokowi seusai blusukan. Bahkan, Paspampres mengikuti kebiasaan Jokowi, yakni ikut membagi-bagikan buku ke masyarakat, terutama anak kecil. Sejauh ini, tidak ada keluhan dari masyarakat bahwa mereka mendapat aksi tak mengenakkan dari Paspampres. Konvoi kendaraan Jokowi juga tidak lepas dari pengawalan Paspampres. Setidaknya, ada delapan kendaraan yang ikut rombongan. Mobil paling depan adalah polisi Patwal, urutan kedua dan ketiga mobil jip Paspampres, kemudian baru mobil Jokowi diikuti mobil Paspampres lain di belakang. Jokowi baru memulai kembali blusukan sebagai gubernur DKI Jakarta pada Selasa ini. Pada hari sebelumnya, Jokowi hanya melaksanakan rapat dan menerima tamu di Balaikota.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Pertemuan Jokowi


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurut seorang pejabat di Kementerian Energi dan sumber daya mineral, terus mengikuti dinamika di masyarakat terkait usulan agar pihaknya menaikkan harga bahan bakar minyak.


Usulan kenaikan harga BBM ini menjadi isu penting menjelang pertemuan Presiden SBY dengan presiden terpilih Joko Widodo di Bali, Rabu (27/08) malam ini.


Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan soal kenaikan harga BBM setelah terjadi krisis BBM belakangan ini yang ditandai kelangkaan BBM bersubsidi di sejumlah daerah.


Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswo Utomo mengatakan, walaupun saat ini ada dukungan masyarakat terhadap wacana kenaikan harga BBM, Presiden SBY masih melihat perkembangan dinamika di masyarakat.


'Semua sepakat subsidi BBM memberatkan negara dan tidak tepat sasaran. Dan saat ini, banyak yang mendukung, termasuk PDI-P. Jadi, kita lihat saja dinamika dalam beberapa minggu lagi,' kata Susilo Siswo Utomo kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Rabu (27/08) sore.


Orang-orang di sekitar Presiden terpilih Joko Widodo menganggap saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM untuk menyelesaikan krisis kelangkaan BBM saat ini.


Akan tetapi, Presiden SBY melalui beberapa pejabatnya mengatakan, tuntutan agar pihaknya menaikkan harga BBM pada saat ini, tidaklah tepat, karena menyangkut pada nasib rakyat bawah.


'Maka perlu direncanakan dengan matang,' kata Staf khusus Presiden bidang ekonomi, Firmanzah, seperti dikutip sejumlah media massa, terbitan Rabu (27/08) ini.


Normalisasi pasokan BBM

Di tengah wacana kenaikan harga BBM, Pemerintahan SBY telah memutuskan agar PT Pertamina menormalkan kembali pasokan BBM ke masyarakat sejak Selasa (26/08) malam.


Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrean panjang di SPBU di sejumlah daerah akibat kelangkaan BBM bersubsidi.


'Pemerintah telah memberikan arahan agar dilakukan normalisasi,' kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, kepada BBC Indonesia.


Namun demikian, sampai Rabu (27/08), antrean kendaraan bermotor untuk mendapatkan BBM bersubsidi masih terlihat di sejumlah tempat di Jawa dan Sumatera.



Sejumlah pemilik kapal di Pekalongan, misalnya, harus antri sampai empat hari untuk mendapatkan solar yang langka.


'Ini ada kapal yang belum terisi (solarnya), karena BBM-nya belum datang,' kata Ani Martopo, pemilik kapal nelayan di Pekalongan, Jawa Tengah, kepada BBC Indonesia.


'Bahkan ada yang antri berhari-hari, tiga sampai empat hari,' ungkapnya.


Di sebuah SPBU di Cilegon, Jawa Barat, menurut pengelolanya, masih ada antrian relatif panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi.


'Lebih banyak antriannya daripada hari-hari kemarin,' kata Nana, salah seorang petugasnya.


Menanggapi situasi seperti ini, Ali Mundakir mengatakan, normalisasi pasokan BBM membutuhkan waktu antara dua hingga tiga hari.


'Karena perjalanan satu tangki dari Depo Pertamina ke SPBU ini 'kan dibatasi kecepatan karena alasan keamanan, sementara kecepatan masyaralat membeli di SPBU semakin bertambah, karena ada panic buying,' katanya.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Henry Chan Pertemuan Jokowi

Cara Jokowi Uji Pengawalan Paspampres




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semenjak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengambil alih pengawalan terhadap Presiden terpilih Joko Widodo, baru hari ini, Selasa (26/8/2014), mereka mengawal pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini blusukan.


Jokowi berangkat dari Balai Kota sekitar pukul 10.45 WIB. Bersama iring-iringan paspampres, Jokowi melintasi jalan Thamrin, Sudirman, kemudian menuju ke Jakarta Timur.


Tidak ada yang luar biasa dalam perjalanan dari Balai Kota. Iring-ringan terlihat sesuai permintaan Jokowi, bahwa tidak lebih dari tujuh rangkaian, termasuk mobil Kijang Innova hitam yang ditumpangi Jokowi maupun Mercedes Benz hitam sebagai mobil cadangan.


Iring-iringan kendaraan pun tidak sampai mengganggu kendaraan lain, atau sampai harus melakukan sterilisasi jalan yang akan dilalui. Hal ini sesuai keinginan Jokowi yang tidak ingin kedekatan dengan masyarakat terganggu.


Lokasi pertama yaitu menuju ke kawasan pembangunan proyek sodetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di kawasan Kebon Nanas, Kelurahan Cipinang-Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Saat itu Jokowi ditemani oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudi Siahaan dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak.


Saat itu kurang lebih ada tujuh sampai delapan paspampres yang melekat kepada Jokowi. Jika melihat pengawalan yang dilakukan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tentu jauh berbeda. Paspampres yang bertugas mengawal Jokowi ini nampak memberi ruang kepada para pekerja untuk bisa mengabadikan sosok Jokowi dengan memfoto dari dekat.


Para paspampres ini hanya memberi peringatan agar tidak terlalu dekat dengan cara menyentuh bagian tubuh saja, sambil mengucap, 'ayo mas, sudah ya, agak minggir sedikit.'


Terhadap awak media pun, paspampres memberi ruang banyak agar bisa melakukan wawancara dari dekat, tanpa perlu pengeras suara. Hanya saja terkadang paspampres mengingatkan awak media agar tidak menyodorkan rekaman terlalu dekat dengan tubuh Jokowi.


Ini pun sesuai dengan pernyataan Jokowi, bahwa dirinya tidak ingin mengubah gayanya saat bekerja sebagai Walikota Surakarta, juga sebagai Gubernur DKI Jakarta.


*Jokowi Minta Paspampres Bicara di Depan Media


Tidak biasanya seorang paspampres diwawancarai oleh awak media oleh seorang Presiden. Hal itu disebabkan menyangkut keamanan seorang paspampres itu sendiri sebagai pengamanan orang nomor satu di negara ini.


Namun, berbeda ketika Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi yang dikawal oleh paspampres.


Saat mengunjungi Lokasi kedua di Rawa Kendal, Jakarta Utara, ia justru meminta seorang paspampres berbicara mengenai pengamanan terhadap dirinya kepada awak media ketika media meminta tanggapan mengenai pengawalan paspampres saat blusukan.


'Ayo kamu ngomong, bagaimana rasanya,' kata Jokowi meminta seorang paspampres berpangkat Mayor Infanteri ini untuk berbicara.


Si Mayor pun bingung, namun tetap berbicara kepada awak media mengenai standar operasional prosedur (SOP) bagaimana mengawal seorang presiden. Saat berbincang pun, mata si Mayor ini tidak bisa lepas dari sosok Jokowi.


'Perintahnya adalah SOP yang dipegang harus dilaksanakan, kemana bapak pergi kami ikuti. Etika terhadap presiden, ada simulasi, kami sesuaikan dengan karakter bapak,' katanya canggung.


Bahkan, para paspampres yang melekat kepada Jokowi ini pun ikut membagikan buku kepada warga, khususnya anak-anak yang berada di lokasi. Hal ini memang selalu menjadi rutinitas Jokowi ketika menyambangi suatu daerah di Jakarta.


*Paspampres Ikut Makan Bersama Jokowi


Penyesuaian ini belum selesai di lapangan. Jokowi pun mencoba cara lain agar paspampres ikut menyesuaikan diri, salah satunya saat makan siang di dekat pemukiman warga. Jokowi memilih makan di restoran seafood di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Pemandangan unik kembali terlihat. Saat itu paspampres yang melekat ke Jokowi awalnya mengawasi restoran yang disambangi Jokowi, termasuk tamu-tamu yang hadir. Namun seperti mendapatkan perintah, paspampres ini tiba-tiba meminta dua meja dikosongkan untuk mereka duduk makan.


Bahkan, paspampres yang membawa senjata laras sedang pun ikut masuk ke dalam restoran dan makan. Dengan begitu, suasana seperti diawasi pun hilang dalam beberapa menit, sebab, seluruh paspampres makan.


Meski makan, mereka para paspampres tidak lupa akan tugasnya menjaga keamanan Jokowi. Cara makan pun nampak diatur. Beberapa makan terlebih dahulu, kemudian gantian dengan paspampres lain. Waktu makan pun terbilang cepat, mereka hanya butuh kurang lebih 3 sampai 5 menit untuk makan, kemudian berganti dengan anggota lain.


Jokowi sendiri mengaku blusukan kali ini sekaligus menguji bagaimana kesigapan anggota paspampres dan bagaimana paspampres menyesuaikan diri mengawal dirinya.


'Semuanya dites, yang kagok paspampres, ini kan proses menyesuaikan, paspampres menyesuaikan presiden,' kata Jokowi.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Tuesday, August 26, 2014

Ruhut Singgung Larangan Kader Demokrat Masuk Kabinet Jokowi




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Demokrat Ruhut Sitompul menyinggung pernyataan Ketua Harian Syarief Hassan. Syarief menyatakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan melarang kadernya duduk di kursi kabinet Jokowi-JK.


'Aku enggak ngerti lah. Tapi janganlah seperti itu,' kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/8/2014).


Ruhut pun mempertanyakan pernyataan Syarief tersebut. Ia pun membandingkan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto.


'Mungkin ada rasa kawan-kawan saya, saya suka lucu kalau ada yang mengatakan kalau Jokowi nanti (jadi Presiden) maka tidak ada (menteri) dari Demokrat. Kalau Prabowo menang gimana?' kata Ruhut.


Ia menduga bila Prabowo-Hatta menjadi pemenang Pilpres 2014 maka tidak ada pelarangan tersebut. Apalagi, sejumlah kader Demokrat menjadi anggota pemenangan Prabowo-Hatta dengan bergabung dalam koalisi Merah Putih.


'Karena dia (para elite Demokrat) im suksesnya. (Prabowo-Hatta) kan. Giliran Ruhut tim sukses Jokowi, tidak boleh ada (menteri dari Demokrat),' kata Ruhut.


Ruhut yang menyatakan dukungannya kepada Jokowi itu juga tidak mengetahui apakah ada kader Demokrat yang bakal duduk di kabinet nantinya. 'Kita blum tahu itui. Itu biarlah urusan Pak SBY dengan Pak Jokowi,' kata Ruhut.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Jokowi Cengar


Fabian Januarius Kuwado Kepala Detasemen Paspampres Mayor Anan menjelaskan pola pengamanan presiden terpilih Joko Widodo di sela blusukan di Waduk Rawa Kendal, Jakarta Utara, Selasa (26/8/2014).


JAKARTA, KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM.com - Seorang personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) kikuk saat Joko Widodo memintanya bicara di depan wartawan soal pola pengamanan dirinya. Sementara itu, Jokowi hanya cengar-cengir di belakangnya.Momen unik tersebut bermula ketika Jokowi blusukan ke Waduk Rawa Kendal, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (26/8/2014) siang. Para wartawan bertanya, bagaimana rasanya blusukan dikawal Paspampres untuk kali pertama. Jokowi mengatakan, tidak ada yang berubah. Ia tetap bisa bersalaman dengan warga. Spontan, Jokowi menunjuk Mayor Anan, Kepala Detasemen Paspampres, yang kebetulan berdiri di dekat Jokowi, untuk menyampaikan pengalaman pertama mengawal blusukan pertama Jokowi bersama pasukan khusus tersebut. Pria bertubuh tegap berambut cepak itu sempat bingung ditunjuk oleh Jokowi untuk bicara di media. 'Ayo, kamu ngomong, gimana rasanya,' ujar Jokowi. 'Ya, pada dasarnya kami menyesuaikan dengan Bapak,' ujar Mayor Anan singkat. Dia kemudian berhenti bicara dan menghadap ke arah Jokowi yang berada di belakangnya. 'Ayo lanjut cerita,' ujar Jokowi seraya tertawa. 'Ya, tetapi pada dasarnya, SOP pengamanan harus dilaksanakan. Bapak harus dijaga betul karena kan statusnya sudah presiden terpilih,' lanjut Mayor Anan. Dia mengatakan, sebelum melaksanakan tugas pengamanan melekat terhadap Jokowi, timnya menggelar simulasi blusukan. Tujuannya agar Paspampres terbiasa dengan gaya blusukan Jokowi. 'Tidak kagok, kok. Kan sudah beberapa kali ini simulasi. Kami sesuaikan dengan karakter Bapak,' ujar dia. Selama Mayor Anan berbicara di depan para peliput, Jokowi cengar-cengir di belakang dia. Begitu wawancara memasuki masa akhir, Jokowi melanjutkan perjalanan ke lokasi waduk tersebut. Mayor Anan pun berbalik dan mengikuti Jokowi untuk berada di posisi yang seharusnya. 'Aduh, harusnya saya enggak boleh diwawancara ini karena Bapak yang minta saja ini,' ujar Mayor Anan pelan kepada wartawan. Jokowi baru blusukan kembali sebagai gubernur DKI Jakarta pada Selasa ini. Pada hari sebelumnya, Jokowi hanya melaksanakan rapat dan menerima tamu dari Balaikota. Di lokasi pertama, Jokowi meninjau proyek sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT), Jatinegara, Jakarta Timur. Di lokasi kedua, Jokowi meninjau proyek pembuatan Waduk Rawa Kendal, Cilincing, Jakarta Utara. Di dua lokasi itu, Jokowi terus dikawal Paspampres.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Henry Chan Jokowi Cengar

Kisah Sopir Bajaj Pengantar Jokowi


http://ift.tt/1C0XFb9 UTAMA




Keluarga, Istri dan Tetangga Hebon Tonton Saya di TV

PERTEMUAN Rachmat alias Mamat, pengemudi bajaj dengan tim sukses Joko Widodo pada Minggu pagi di awal Juni lalu, terjadi tanpa sengaja. Pagi itu, Mamat sedang mangkal di dekat Stasiun KA Juanda, ketika seorang pria bertopi menghampirinya. Mamat memang kerap mangkal di dekat Stasiun Juanda atau sekitar 500 meter arah timur laut Istana Presiden.


Pria itu anggota tim kampanye pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan ingin menyewa 25 bajaj, alat transportasi umum beroda tiga. Mamat dan Bori, kawannya mengantarkan pasangan capres-cawapres, Jokowi - Jusuf Kalla mengambil nomor urut pacangan capres-cawapres ke KPU, 1 Juni 2014.


'Saya kira untuk kampanye,' ujar Mamat saat berbincang dengan Tribunnews.com, Senin (25/8/2014) malam.


Para pengemudi bajaj yang menerima tawaran itu diminta berkumpul pukul 12.30 WIB di Taman Menteng, Jakarta Pusat, atau sekitar 500 meter di sebelah utara kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Semula direncanakan, Jokowi-JK bertolak ke KPU dari taman yang dulunya stadion kebanggaan Persija Jakarta itu. (Baca: Jokowi Naik Satu Bajaj dengan Anies Baswedan)


'Kami parkir berjejer di pinggiran taman. Lalu tim kampanye datang menyeleksi bajaj kami,' ujar Mamat. Bajaj yang dikemudikan Mamat diparkir paling depan dan paling gres dibandingkan 24 bajaj lainnya. 'Bajaj itu memang baru dibeli mamang (paman), persisnya sembilan hari sebelum kejadian saya mengantar Pak Jokowi. Mungkin sudah rezeki,' ucapnya.


Anggota tim kampanye Jokowi-JK juga memeriksa interior bajaj. Saat itu, Mamat yakin bajaj-nya merupakan yang paling bersih. 'Setiap pagi saya menyuci bajaj itu. Jadi saat itu memang kinclong,' kata Mamat.


Anggota tim pemenangan Jokowi-JK tampaknya juga sreg ke bajaj Mamat. Untuk memastikannya, mereka minta dilakukan uji jalan. Mamat diminta memajukan dan memundurkan bajajnya. Berhubung kendaraan itu masih baru, tak ada kendala pada performa mesinnya.


Pria yang pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu ini bangga sekaligus degdegan ketika Jokowi dan Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, masuk ke kabin bajajnya.


'Saya disuruh fokus mengemudi dan melihat ke depan. Saya tidak berani mengajak ngobrol mereka,' cerita Mamat.


Mamat melajukan bajajnya pelan-pelan, tak lebih dari 5 kilometer per jam. Di sekeliling bajaj, para fotografer dan warga berebut memotret Jokowi yang berada di dalam bajaj. Butuh sekitar 20 menit untuk tiba di Gedung KPU. 'Alon-alon wae, Mas,' canda Jokowi kepada Mamat saat itu.


Mamat dan Bori tak hanya mengantar Jokowi dan JK ke KPU. Setelah pengundian nomor urut capres selesai, mereka mengantar Jokowi dan JK kembali ke Taman Menteng. Sebelum berpisah, Mamat menyalami Jokowi. Ia mengaku ikhlas tidak dibayar. 'Tapi saya enggak sempat berfoto sama Pak Jokowi,' sesalnya. (Baca: Prabowo Vs Jokowi antara Lexus Vs Bajaj)


Mamat dan Bori kemudian bertemu teman-temannya di Taman Suropati. 'Ternyata di sana sudah ada teman yang memegang uang bayaran. Setiap orang mendapat Rp 300 ribu,' ujar Mamat


Mamat semakin bangga ketika diwawancara wartawan dan foto wajahnya muncul di siaran hampir semua stasiun televisi. Kemunculan Mamat di televisi menimbulkan kehebohan di tengah keluarga dan tetangganya di Desa Cipanas, Cirebon. 'Keluarga saya heboh, istri saya senang bukan main. Tetangga saya juga,' ujarnya. (Baca: Sopir Bajaj Pengantar Jokowi-JK Daftar Capres Kini Jadi Bintang Iklan)


Mamat tak menikmati uang hasil penjualan bajaj karena bajaj tersebut bukan miliknya. Bajaj itu milik pamannya yang mengasuh dan membesarkan Mamat. 'Sejak saya kecil, saya sudah dianggap anak oleh mereka,' katanya. Mamat mengaku tak pernah mengenal orangtua kandungnya.


Setelah menyelesaikan pengambilan gambar untuk iklan, Mamat kembali ke kabin bajajnya yang sempit. Ia mengaku tetap menjadi sopir bajaj. 'Saya dapat duitnya dari sini. Kalau duit iklan untuk anak, buat biaya pendidikan,' kata Mamat. Mamat mengaku senang karena Jokowi terpilih menjadi presiden. Ia ingin Jokowi memperhatikan kesejahteraan sopir bajaj. 'Dia kelihatannya sayang sama rakyat. Semoga enggak berubah,' imbuhnya.


Belakangan Mamat berbahagai, karena menjadi bintang iklan yang akan tayang di stasiun televisi. (Tribunnews/Abraham Utama)


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Cara Jokowi Uji Pengawalan Paspampres


Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semenjak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengambil alih pengawalan terhadap Presiden terpilih Joko Widodo, baru hari ini, Selasa (26/8/2014), mereka mengawal pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini blusukan.


Jokowi berangkat dari Balai Kota sekitar pukul 10.45 WIB. Bersama iring-iringan paspampres, Jokowi melintasi jalan Thamrin, Sudirman, kemudian menuju ke Jakarta Timur.


Tidak ada yang luar biasa dalam perjalanan dari Balai Kota. Iring-ringan terlihat sesuai permintaan Jokowi, bahwa tidak lebih dari tujuh rangkaian, termasuk mobil Kijang Innova hitam yang ditumpangi Jokowi maupun Mercedes Benz hitam sebagai mobil cadangan.


Iring-iringan kendaraan pun tidak sampai mengganggu kendaraan lain, atau sampai harus melakukan sterilisasi jalan yang akan dilalui. Hal ini sesuai keinginan Jokowi yang tidak ingin kedekatan dengan masyarakat terganggu.


Lokasi pertama yaitu menuju ke kawasan pembangunan proyek sodetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di kawasan Kebon Nanas, Kelurahan Cipinang-Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Saat itu Jokowi ditemani oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudi Siahaan dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak.


Saat itu kurang lebih ada tujuh sampai delapan paspampres yang melekat kepada Jokowi. Jika melihat pengawalan yang dilakukan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tentu jauh berbeda. Paspampres yang bertugas mengawal Jokowi ini nampak memberi ruang kepada para pekerja untuk bisa mengabadikan sosok Jokowi dengan memfoto dari dekat.


Para paspampres ini hanya memberi peringatan agar tidak terlalu dekat dengan cara menyentuh bagian tubuh saja, sambil mengucap, 'ayo mas, sudah ya, agak minggir sedikit.'


Terhadap awak media pun, paspampres memberi ruang banyak agar bisa melakukan wawancara dari dekat, tanpa perlu pengeras suara. Hanya saja terkadang paspampres mengingatkan awak media agar tidak menyodorkan rekaman terlalu dekat dengan tubuh Jokowi.


Ini pun sesuai dengan pernyataan Jokowi, bahwa dirinya tidak ingin mengubah gayanya saat bekerja sebagai Walikota Surakarta, juga sebagai Gubernur DKI Jakarta.


Minta Paspampres Bicara di Depan Media

Tidak biasanya seorang paspampres diwawancarai oleh awak media oleh seorang Presiden. Hal itu disebabkan menyangkut keamanan seorang paspampres itu sendiri sebagai pengamanan orang nomor satu di negara ini.


Namun, berbeda ketika Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi yang dikawal oleh paspampres.


Saat mengunjungi Lokasi kedua di Rawa Kendal, Jakarta Utara, ia justru meminta seorang paspampres berbicara mengenai pengamanan terhadap dirinya kepada awak media ketika media meminta tanggapan mengenai pengawalan paspampres saat blusukan.


'Ayo kamu ngomong, bagaimana rasanya,' kata Jokowi meminta seorang paspampres berpangkat Mayor Infanteri ini untuk berbicara.


Si Mayor pun bingung, namun tetap berbicara kepada awak media mengenai standar operasional prosedur (SOP) bagaimana mengawal seorang presiden. Saat berbincang pun, mata si Mayor ini tidak bisa lepas dari sosok Jokowi.


'Perintahnya adalah SOP yang dipegang harus dilaksanakan, kemana bapak pergi kami ikuti. Etika terhadap presiden, ada simulasi, kami sesuaikan dengan karakter bapak,' katanya canggung.


Bahkan, para paspampres yang melekat kepada Jokowi ini pun ikut membagikan buku kepada warga, khususnya anak-anak yang berada di lokasi. Hal ini memang selalu menjadi rutinitas Jokowi ketika menyambangi suatu daerah di Jakarta.


Ikut Makan Bersama Jokowi

Penyesuaian ini belum selesai di lapangan. Jokowi pun mencoba cara lain agar paspampres ikut menyesuaikan diri, salah satunya saat makan siang di dekat pemukiman warga. Jokowi memilih makan di restoran seafood di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Pemandangan unik kembali terlihat. Saat itu paspampres yang melekat ke Jokowi awalnya mengawasi restoran yang disambangi Jokowi, termasuk tamu-tamu yang hadir. Namun seperti mendapatkan perintah, paspampres ini tiba-tiba meminta dua meja dikosongkan untuk mereka duduk makan.


Bahkan, paspampres yang membawa senjata laras sedang pun ikut masuk ke dalam restoran dan makan. Dengan begitu, suasana seperti diawasi pun hilang dalam beberapa menit, sebab, seluruh paspampres makan.


Meski makan, mereka para paspampres tidak lupa akan tugasnya menjaga keamanan Jokowi. Cara makan pun nampak diatur. Beberapa makan terlebih dahulu, kemudian gantian dengan paspampres lain. Waktu makan pun terbilang cepat, mereka hanya butuh kurang lebih 3 sampai 5 menit untuk makan, kemudian berganti dengan anggota lain.


Jokowi sendiri mengaku blusukan kali ini sekaligus menguji bagaimana kesigapan anggota paspampres dan bagaimana paspampres menyesuaikan diri mengawal dirinya.


'Semuanya dites, yang kagok paspampres, ini kan proses menyesuaikan, paspampres menyesuaikan presiden,' kata Jokowi.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Jokowi 'Ajak' Mobil Kepresidenan dan Paspampres Blusukan ke ...

Mulya Nurbilkis - KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM



Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo masih sibuk dengan bulusukannya sebagai gubernur DKI Jakarta. Ia mengajak Paspampres yang mengawalnya blusukan di lokasi Waduk Rawa Kendal, Rorotan, Jakarta Utara.


Jokowi ditemani Kepala Dinas PU, Rudi Manggas Siahaan meninjau lokasi waduk Rawa Kendal di Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (26/8/2014).


Ini adalah blusukan pertama Jokowi sejak dikawal Paspampres pada Sabtu (23/8) lalu. Meski sudah dikasih mobil kepresidenan, Jokowi tetap memilih menumpangi Toyota Innova hitamnya yang kerap dipakainya blusukan selama menjabat sebagai Gubernur.


Dari lokasi blusukan awalnya di pengeboran sodetan Ciliwung-KBT, Jokowi menuju lokasi Waduk Rawa Kendal yang berada di tengah perkampungan warga Rorotan, Jakarta Utara.


Untuk mencapai lokasi waduk, iring-iringan Jokowi harus menyusuri jalan-jalan kecil yang hanya terdiri dari 2 ruas jalur. Mobil kepresidenannya pun diajaknya menyusuri jalan-jalan kecil itu. Saat rombongan menyusuri jalan Raya Rorotan, anak-anak sekolah yang baru pulang berkumpul di depan sekolahnya. Mereka menunggu iring-iringan dan nampak melabaikan tangan.


Paspampres pun diajak Jokowi bertemu warga yang selama ini sering disapanya saat blusukan. Saat tiba di lokasi waduk, warga yang sudah menunggu Jokowi langsung mengekor di belakangnya. Beberapa personil Paspampres dan perwira polisi sesekali nampak menahan warga yang mencoba terlalu dekat dengan Jokowi.


Meski Jokowi menapaki lumpur kerukan waduk yang mengering, warga tetap ikut. Untuk menjamin keamanan Jokowi sebagai presiden terpilih, dalam jarak dekat setidaknya ada 4 anggota Paspampres. 4 anggota lainnya mengawasi dan menjaga jarak warga dengan Jokowi. Next



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di 'Reportase' TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB


(bil/ndr)


Javascript harus diaktifkan terlebih dahulu


Lapsus


Mission: Impossible (Ical) Mission: Impossible (Ical) Mission: Impossible (Ical)

Redaksi: redaksi[at]detik.com Informasi pemasangan iklan hubungi : sales[at]detik.com


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Ini Kata Hanura Soal Perampingan Kabinet Jokowi

Selasa, 26 Agustus 2014 | 15:45 WIB



Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) bersama capres PDIP Joko Widodo, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, sebelum penandatanganan berkas pendaftaran Pilpres oleh pasangan capres tersebut di kediaman Megawati jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/5). TEMPO/Imam Sukamto


KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hati Nurani Rakyat Saleh Husein mengatakan partainya mendukung rencana presiden terpilih Joko Widodo melakukan perampingan kabinet. Namun rencana itu harus dikomunikasikan dengan Partai Kebangkitan Bangsa, Partai NasDem, Partai Hati Nurani Rakyat, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia yang menjadi pendukung Jokowi. (Baca: Bappenas Ketemu Tim Transisi, Soal BBM Tak Dibahas)'Alangkah lebih baik sebelum diputuskan bicara juga dengan ketua umum partai pendukung,' kata Saleh saat dihubungi, Selasa, 26 Agustus 2014.Menurut Saleh, secara prinsip, partai pendukung memang memberi keleluasaan penuh pada Jokowi dan Jusuf Kalla untuk menyusun kabinet dalam pemerintahan baru mendatang. Partai pendukung ingin kabinet yang dibentuk bisa seirama dengan gaya pemerintahan yang bakal dijalankan Jokowi-Jusuf Kalla. (Baca: Menteri Sharif Kritik Ide Tim Transisi Jokowi-JK)Pembicaraan dengan ketua umum partai pendukung, kata Saleh, sebatas memberi masukan dan bertukar pikiran. Pembicaraan itu bisa dilakukan pada pertemuan antara Jokowi dan seluruh ketua umum partai pendukung pada awal September nanti. 'Pertemuan ini sekaligus duduk bersama menyatukan langkah menguatkan pemerintahan baru mendatang,' katanya.Jokowi-Jusuf Kalla telah menyiapkan opsi untuk pembentukan kabinet. Setidaknya ada tiga opsi yang disiapkan, yaitu tetap 34 kementerian seperti sekarang dengan perubahan nama pada sejumlah kementerian, menjadi 27 kementerian dengan tetap mengacu pada Undang-Undang Dasar, dan menjadi 20-24 kementerian yang dibuat sesuai kebutuhan.IRA GUSLINA SUFA


Berita Terpopuler:Jokowi Kalah Rapi Ketimbang PaspampresUnimog Milik Massa Prabowo Harganya Rp 1-2 Miliar Begini Spesifikasi Calon Tunggangan Jokowi Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Bertemu Jokowi, Ignatius Jonan Bantah Bahas Calon Menteri


Icha Rastika Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan.


JAKARTA, KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignatius Jonan bertemu Gubernur DKI Jakarta sekaligus presiden terpilih Joko Widodo di Balaikota pada Selasa (26/8/2014) pagi. Ia membantah bahwa pertemuan itu bernuansa politis.'Menteri? tanya Jokowi. Kita ke sini lagi bahas kereta dari Jakarta ke Bandara (Soekarno-Hatta). Enggak ada (bahas menteri),' ujar dia seusai pertemuan yang berlangsung tertutup. 'Kan perlu izin dengan Pemprov DKI sebagai yang punya lahan, lalu desainnya dan lain-lain. Itu harus disetujui,' timpal Kepala Pusat Arsitektur Desain PT KAI Ella Ubaidi. Jonan mengatakan, pertemuan itu bukan digelar empat mata. Ia turut membawa Kepala Pusat Arsitektur Desain PT KAI Ella Ubaidi beserta staf ke dalam pertemuan itu. Sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta juga hadir dalam rapat tersebut. Jonan pun enggan berandai-andai jika dirinya bakal dimasukkan dalam kandidat menteri di kabinet Jokowi-Jusuf Kalla. 'Anda ini bukan presiden. Kalau presiden yang tanya, baru saya jawab,' lanjut Jonan. Isu bahwa Ignatius Jonan masuk ke dalam kabinet Jokowi-JK muncul saat namanya menjadi satu dari tiga pilihan calon menteri BUMN. Pilihan tersebut berada di media sosial yang dibuat relawan Jokowi-JK. Publik merespons baik nama Jonan. Dia dinilai berhasil memperbaiki pelayanan transportasi kereta bagi masyarakat melalui peningkatan fasilitas. Baca juga: Dahlan: Diplot Jadi Dirut PLN, Jonan Minta Waktu Berpikir


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Bertemu SBY, Jokowi Tak Didampingi JK

Selasa, 26 Agustus 2014 | 14:11 WIB



Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Tony Hartawan


KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM, Jakarta - Presiden terpilih J oko Widodo bakal bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali pada Rabu, 27 Agustus 2014. Namun dalam pertemuan ini Jokowi tak didampingi wakil presiden terpilih Jusuf Kalla.'Pak Jokowi sendiri saja,' kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto saat dihubungi Tempo, Selasa, 26 Agustus 2014. Djoko memastikan pertemuan Jokowi dengan SBY dilangsungkan pada Rabu malam. (Baca: Pertemuan Jokowi-SBY ini akan digelar di sela-sela agenda SBY menghadiri World Forum United Nation Alliance of Civilization di Bali. Namun Djoko tak mendetail lokasi pertemuan antara Jokowi dan SBY. (Baca : Ruhut Ajak PDIP Barter Pimpinan DPR dengan MPR)Djoko juga enggan berkomentar tentang materi pertemuan itu. 'Substansinya, ya, hanya beliau berdua yang tahu. Kan, baru bertemu besok,' katanya. Sebelumnya, Djoko menemui Jokowi pada Sabtu, 23 Agustus 2014. Djoko mengatakan bertemu dengan Jokowi untuk mengatur jadwal pertemuan Gubernur DKI Jakarta itu dengan SBY. 'Jokowi berkenan bertemu SBY pada 27-28 Agustus di Bali,' kata Djoko seusai pertemuannya dengan Jokowi. Adapun SBY mengatakan memiliki kewajiban moral untuk membantu presiden terpilih. Pernyataan itu disampaikan SBY dalam pidato kenegaraan pada 15 Agustus 2014. 'Saya dengan senang hati membantu jika memang dikehendaki,' kata SBY.


PRIHANDOKOTerpopuler:Polisi Panggil Pengurus Gerindra Soal Garuda Merah Ini Saran Komnas HAM kepada Tim Advokasi Prabowo Masuk Bursa Wali Kota Depok, Tifatul Direspons Negatif Lusa, PTUN Akan Jatuhkan Vonis Gugatan Prabowo Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Cerita "Blusukan" Pertama Jokowi Dikawal Paspampres


Fabian Januarius Kuwado Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau proyek sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Selasa (26/8/2014).


JAKARTA, KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM.com - Blusukan Gubernur DKI Jakarta sekaligus presiden terpilih Joko Widodo, Selasa (26/8/2014), tampak berbeda. Dia tidak lagi dijaga pengawal pribadi, tetapi oleh Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Di lokasi pertama, Jokowi meninjau proyek sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT), Jatinegara, Jakarta Timur. Di lokasi kedua, Jokowi meninjau proyek pembuatan Waduk Rawa Kendal, Cilincing, Jakarta Utara. Di dua lokasi itu, Jokowi terus dikawal Paspampres. Berdasarkan pantauan KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM, ke mana pun Jokowi melangkah, setidaknya ada enam personel Paspampres berada dalam jarak dua meter. Para personel ini menggunakan kemeja batik bernuansa merah dan lengan panjang dengan headset di telinga. Perlakuan anggota TNI berambut cepak terhadap masyarakat yang ingin mendekati Jokowi cukup halus. Mereka merangkul dan memberitahukan warga untuk tak mendekat terlebih dahulu karena Jokowi tengah bekerja. Permintaan itu pun diutarakan mereka dengan senyum. 'Maaf ibu jangan dekat-dekat dulu ya,' ujar salah seorang anggota Paspampres kepada warga. 'Oh, iya Mas, maaf,' jawab sang warga tersebut. Masyarakat baru diberikan kesempatan berinteraksi dengan Jokowi seusai blusukan. Bahkan, Paspampres mengikuti kebiasaan Jokowi, yakni ikut membagi-bagikan buku ke masyarakat, terutama anak kecil. Sejauh ini, tidak ada keluhan dari masyarakat bahwa mereka mendapat aksi tak mengenakkan dari Paspampres. Konvoi kendaraan Jokowi juga tidak lepas dari pengawalan Paspampres. Setidaknya, ada delapan kendaraan yang ikut rombongan. Mobil paling depan adalah polisi Patwal, urutan kedua dan ketiga mobil jip Paspampres, kemudian baru mobil Jokowi diikuti mobil Paspampres lain di belakang. Jokowi baru memulai kembali blusukan sebagai gubernur DKI Jakarta pada Selasa ini. Pada hari sebelumnya, Jokowi hanya melaksanakan rapat dan menerima tamu di Balaikota.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Ini Mau Jokowi soal Kebijakan Subsidi BBM...


KompasOtomotif SPBU Pertamina


JAKARTA, KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM.com - Presiden terpilih Joko Widodo tengah melakukan kajian terhadap rencana pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Dua alternatif waktu kenaikan harga BBM sedang digodok, dalam satu deret pilihan bersama skenario besaran kenaikan harga BBM untuk mengurangi beban subsidi energi. 'Alangkah baiknya (subsidi BBM dikurangi) sebelum (saya dilantik jadi presiden),' ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (25/8/2014), soal waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.Alternatif pertama soal waktu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, sebut Jokowi, adalah satu penggal waktu pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan pada periode pemerintahan Jokowi. Alternatif kedua, harga bensin naik setelah Jokowi dilantik menjadi presiden.Jokowi mengaku belum bisa memprediksi berapa besaran subsidi BBM yang akan dikurangi. Jokowi mengatakan, ia bersama tim transisinya tengah melakukan kajian terhadap besaran pengurangan subsidi dalam rupa kenaikan harga BBM itu.Namun, Jokowi menegaskan, angka subsidi BBM yang mencapai Rp 363,53 triliun terlalu membebani rancangan anggaran pendapatan dan belanja (RAPBN) untuk tahun 2015. Dia pun berencana membawa hasil kajian timnya soal BBM ini dalam pertemuannya dengan Presiden SBY, di Bali, Rabu (27/8/2014). Menurut Jokowi, alangkah baiknya bila subsidi dialihkan ke sektor lain yang dapat bermanfaat bagi rakyat miskin. Jokowi menyebutkan beberapa unit usaha yang bakal dijadikan sasaran pengalihan subsidi.Sasarannya antara lain subsidi bagi usaha kecil di kampung-kampung, menambah subsidi pupuk dan pestisida bagi petani, menambah subsidi solar, hingga modernisasi mesin kapal nelayan. Jokowi pun berjanji menjalankan program-program 'pengalihan' subsidi BBM itu secara tepat sasaran. Pilah pilih skenario untuk BBM bersubsidiSalah satu Deputi Tim Transisi, Andi Widjajanto, mengatakan, pembahasan pengurangan subsidi BBM terakhir dibahas pada Minggu (24/8/2014). Hasto Kristiyanto, deputi lain yang membidangi APBN, kata Andi, memaparkan beragam skenario terkait subsidi BBM ini.Skenario pertama, subsidi BBM tak dikurangi atau harga bensin tetap. Andi mengatakan, skenario tersebut memunculkan prediksi kuota BBM bersubsidi jebol pada akhir November dan Desember 2015. Pada periode November hingga Desember, ujar Andi, tren tingkat konsumsi BBM selalu tinggi. Dengan skenario pertama ini, pemerintah pun tak akan lagi punya dana untuk memberikan subsidi BBM pada Januari 2015.Adapun skenario kedua, lanjut Andi, Hasto memaparkan kenaikan harga BBM dengan beberapa kemungkinan. Pilihannya adalah kenaikan harga dari Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500, hingga Rp 3.000 per liter BBM bersubsidi. Masing-masing kenaikan harga tersebut, kata dia, disimulasikan oleh tim transisi. Dari kalkulasi sementara, ujar Andi, menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.000 saja sudah akan mengurangi subsidi Rp 48 triliun hingga Rp 52 triliun. Jika kenaikan mencapai Rp 3.000 per liter BBM subsidi, dia mengatakan, beban subsidi diperkirakan berkurang Rp 100 triliun.Skenario ketiga, menaikkan harga bensin secara bertahap, dimulai pada masa pemerintahan Presiden SBY dan dilanjutkan pada era pemerintahan Jokowi. Skenario keempat, kenaikan harga hanya akan dilakukan setelah Jokowi dilantik menjadi presiden.'Dengan simulasi ini, kami hitung inflasinya berapa, kenaikan angka masyarakat miskin berapa banyak, dan yang paling penting berapa uang yang dibutuhkan untuk pos jaminan sosial masyarakat sebagai dampak kenaikan BBM itu,' ujar Andi. Lobi SBY Pengurangan subsidi BBM demi kelancaran program kerakyatan, menurut Andi, adalah keniscayaan, cuma soal waktu. Hanya, Jokowi ingin membagi kebijakan yang penuh risiko sosial tersebut dengan pemerintahan SBY. Oleh sebab itu, Jokowi minta kajian itu diperdalam oleh tim transisi sebagai bahan lobi ke SBY. 'Supaya nanti pas bertemu dengan Pak SBY, Pak Jokowi dan JK punya dasar pemikiran yang kuat bahwa beban pengurangan subsidi harus dibagi di pemerintahan SBY dan Jokowi,' ujar Andi. Deputi lain di tim transisi Jokowi, Akbar Faizal, menambahkan, mereka berharap Presiden SBY mau mengambil risiko menaikkan harga BBM sebelum masa baktinya berakhir.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Ruhut Sindir Syarief Hasan 'Larang' Kader PD Masuk Kabinet ...

Danu Damarjati - KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM



Jakarta - Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan menyatakan Ketua Umum SBY bakal tak mengizinkan kadernya yang ingin duduk di pemerintahan Jokowi-JK. Jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyindir pernyataan Syarief.


'‎Mungkin ada rasa kawan-kawan saya, saya suka lucu kalau ada yang mengatakan kalau Jokowi nanti (jadi Presiden), maka tidak ada (menteri) dari Demokrat. Kalau Prabowo menang gimana?' kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2014).


Jika saja Prabowo-Hatta yang memenangi Pilpres‎ 2014, maka mungkin saja tak ada pelarangan semacam itu. Seperti diketahui, sejumlah elite Demokrat memutuskan merapat ke Prabowo-Hatta dalam koalisi Merah Putih.


'‎Karena dia tim suksesnya (Prabowo-Hatta) kan. Giliran Ruhut tim sukses Jokowi, tidak boleh ada (menteri dari Demokrat),' kata Ruhut.


Ruhut tak setuju Syarief mendahului SBY dengan membuat pernyataan seperti itu. ‎'Saya nggak ngerti lah. Tapi janganlah (bersikap melarang) seperti itu,' kata Ruhut santai.


‎Juru Bicara Demokrat ini juga tak tahu menahu apakah ada kader Demokrat yang bakal duduk di pemerintahan Jokowi-JK nantinya. 'Kita belum tahu itu. Itu biarlah urusan Pak SBY dengan Pak Jokowi,' kata Ruhut.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di 'Reportase' TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/trq)


Javascript harus diaktifkan terlebih dahulu


Lapsus


Mission: Impossible (Ical) Mission: Impossible (Ical) Mission: Impossible (Ical)

Redaksi: redaksi[at]detik.com Informasi pemasangan iklan hubungi : sales[at]detik.com


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Monday, August 25, 2014

Perang Dingin Jokowi

JAKARTA - Keharmonisan hubungan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf, dikabarkan mulai terganggu. Pemicunya, antara lain perbedaan pandangan mengenai formasi kabinet. Namun, banyak pihak menduga perang dingin keduanya berawal dari pembentukan rumah transisi yang hanya keinginan sepihak Jokowi. JK dikabarkan tidak dilibatkan dalam pembentukan tim ini. 'Saya rasa memang benih perpecahan sudah mulai tampak. Bagaimanapun JK ini kan punya saham terhadap pemenangan nah ketika tim transisi terbentuk jelas JK tidak dilibatkan karena sedang di Amerika,' ujar Andrianto kepada KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM, Selasa (26/8/2014). JK, kata Andrianto memang dikenal berani protes bahkan melawan jika pasangannya dianggap bekerja sendiri tanpa melibatkan dirinya. Jangankan Jokowi, saat menjadi wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), JK kerap mengambil kebijakan sendiri lantaran SBY dinilai lamban. Hal lain yang membuta JK marah, lanjut Andrianto, adalah pengangkatan mantan menteri perindustrian pada era Megawati Soekarnoputri, Rini Mariani Soemarno Soewandi sebagai Kepala Kantor Tim Transisi. 'Apalagi ditunjuknya Rini Soemarno jelas JK pasti tidak mau. Belum lagi personalianya tidak ada yang JK minded,' katanya. Karena itu, agar hubungan Jokowi-JK kembali harmonis, Andrianto menyarankan agar rumah transisi dibubarkan. Selain itu, tim transisi hanya ikut-ikutan Amerika, namun sejatinya tidak mengakomodasi seluruh kepentingan. 'Solusinya konsisten saja denan janji-janjinya, misalkan kabinet nonpartai dan transaksional. Jokowi juga harus bubarkan rumah transisi yang ikutin Amerika, harusnya membentuk kabinet tidak perlu bikin kegaduhan baru,' pungkasnya.(ded)


Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM Apps di Android Anda.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Kabinet Jokowi


TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA-Presiden dan wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) tidak akan mempermasalahkan soal figur anggota kabinetnya dari mana asalnya.


Anggota kabinet Jokowi-JK bisa berasal dari 'profesional, birokrat, TNI-Polri, pers, akademisi, dan kader partai.


Yang penting, tegas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo, figur yang akan mengisi skuad kabinet yang dipilih tepat dibidang tugasnya.


'Dalam arti bisa latar belakang pendidikannya, pengalamannya selama ini, memahami dan tahu pola manajemen -dan memahami sistem pemerintahan Presidensiil dan program-Program prioritas yang presiden canangkan,' tandasnya saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Jakarta, Selasa (26/8/2014).


Karena, menurut Sekjen PDIP ini, Jokowi-JK ingin membangun pemerintahan presidensiil yang effektif, effisien--istilahnya membentuk 'kabinet profesional 'kabinet kerja dan 'kabinet bersih.


Lebih lanjut dia jelaskan, kabinet kerja yang akan dibangun Jokowi-JK penting untuk mempercepat proses peningkatan kualitas pembangunan dan kesejahteraan rakyat.


Ketua tim pemenangan Jokowi-JK ini pun yakin pola kepemimpinan pemerintahan Jokowi-JK kedepan tidak akan berbeda dengan gaya kepemimpinan jokowi selama ini--seperti saat menjabat walikota, gubernur DKI jakarta.


'Yakni, beliau ingin banyak bekerja, mendengar langsung aspirasi masyarakat disemua elemen. dan pembantunya, kabinetnya juga harus turun kerja. Jangan duduk-duduk saja. Jokowi-JK akan bangun birokrasi yang melayani rakyat,' tandasnya.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Henry Chan Kabinet Jokowi

Empat Kelompok Kelilingi Jokowi


KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM KUPANG -- Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi berpendapat, hari-hari ini ada empat kelompok yang mengelilingi capres/cawapres terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).'Empat kelompok itu adalah kelompok loyalis, strategis, oportunis dan kelompok bunglon,' kata Ahmad Atang, di Kupang, Senin terkait fenomena politik menjelang pelantikan Jokowi-JK pada 29 Oktober 2014.Dia menjelaskan kelompok loyalis adalah aktor-aktor dalam lingkaran partai koalisi maupun aktor penyeberang dari partai nonkoalisi yang sejak awal telah komit berada dalam barisan perjuangan bersama Jokowi-JK.Kelompok ini berada dalam barisan ring satu yang siap membela Jokowi secara sistimatis, terstruktur dan masif.Gerakan kelompok ini, kata dia, secara total sebagai bemper untuk membela Jokowi jika mendapatkan serangan publik.Kelompok ini tidak mengejar kekuasaan tetapi menyandang nama besar karena berada di lingkaran kekuasaan, kata Ahmad Atang.Bahayanya, kelompok ini terlalu mengeksploitasi citra Jokowi seolah-olah sebagai manusia tanpa salah, dan pada titik tertentu mereka dapat mendikte pejabat yang diangkat Jokowi dengan memanfaatkan kedekatan tersebut.Berikut kelompok strategis adalah pimpinan partai koalisi, akademisi dan profesional yang akan menentukan arah kebijakan Jokowi, baik dalam hal distribusi kekuasaan maupun agenda pembangunan lima tahunan.Kelompok ini sangat dominan sehingga pemikirannya harus didengar dan diimplementasikan oleh Jokowi. Inilah kelompok yang berada di belakang layar yang menentukan dinamika Indonesia ke depan.Jokowi menjadi legowo terhadap kelompok ini karena mereka secara faktual yang berjasa besar memenangkan Jokowi jadi presiden periode 2014-2019.Kelompok lain adalah oportunis dan bunglon. Kelompok ini menjadi sangat berbahaya jika tujuannya tidak tercapai. Mereka akan berubah menjadi musuh dalam selimut dan berusaha mendiskreditkan Jokowi dan kelompoknya.Dia mengatakan kelompok oportunis merupakan 'orang dalam' dan pendatang baru yang sangat agresif dengan pemikiran yang brilian. Mereka akan berupaya dengan segala cara untuk meyakinkan Jokowi.Kelompok ini siap berkorban apa saja asal keinginannya terpenuhi, baik untuk dirinya mau agenda pesanan dari kelompok.'Kelompok oportunis selalu memanfaatkan setiap peluang yang menguntungkan dan selalu menyembunyikan interesnya,' katanya menjelaskan.Bahayanya adalah kelompok ini dapat menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.Sementara kelompok bunglon, kata dia, akan selalu melakukan penetrasi seolah-olah kemenangan Jokowi berkat jasa besar mereka.Padahal, dalam kenyataannya mereka tidak pernah berkeringat, walaupun selama ini mereka aktif dalam proses politik.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Sunday, August 24, 2014

Jokowi Nekat Pakai Mobil Biasa Diiringi Mercy S600 Antipeluru




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) ternyata tak terus-menerus menggunakan mobil antipeluru Mercedes Benz S-600 yang disediakan Sekretariat Negara. Mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah, itu kembali menggunakan mobil Toyota Innova usai menjadi saksi akad nikah seorang staf Pemprov DKI Jakarta, Minggu (24/8).


Ketika berangkat menuju lokasi acara akad di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta, Jokowi menggunakan Mercedes antipeluru B 1190 RFS sesuai standar VVIP. Namun saat meninggalkan lokasi acara ia memilih menumpang Toyota Innova hitam B 1124 BH yang selama ini dipakai untuk kegiatan operasional sebagai Gubernur DKI Jakarta.


Dalam iring-iringan mobil yang dikawal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), mobil Mercedes antipeluru berada di belakang Toyota Innova yang ditumpangi Jokowi. 'Ini kan baru mencoba seperti apa pakai Mercy (Mercedes), pakai Kijang (Toyota Innova). Kalau dipakai berhenti di pasar seperti apa,' kata Jokowi.


Jokowi keluar dari rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta, sekitar pukul 09.15 WIB, didampingi sang istri, Ny Iriana. Mengenakan jas hitam dan dasi warna merah, Jokowi memilih duduk di sisi kiri mobil Mercedes, menuju Masjid Sunda Kelapa yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah dinas.


Tiba di lokasi akad nikah pasangan Diponegoro Santoso (relawan Jokowi-JK) dan Putri Rizki Arlita (staf Pemprov DKI Jakarta), Jokowi langsung duduk di kursi saksi mempelai pria. Ijab kabul didahului pembacaan Alquran dan tausiah petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Menteng.


Minggu sore, Jokowi beraktivitas kembali. Ia keluar dari rumah dinasnya di Taman Suropati Menteng, Jakarta Pusat, menggunakan sedan Mercedes Benz S600. Jokowi yang duduk di kursi belakang sebelah kiri membuka kaca mobilnya untuk menyapa sejumlah warga. Pantauan Tribunnews.com, Jokowi keluar rumah sekitar pukul 17.00 WIB untuk mengunjungi Rumah Transisi, rapat tertutup dengan tim transisi. Kesempatan tersebut pun digunakan warga untuk mengambil foto dan menyapa Jokowi.


Dengan menggunakan kamera HP warga memotret gambar Jokowi yang mengenakan kemeja putih tersebut. Selama perjalanan, mobil Mercy yang ditumpangi Jokowi dikawal pasukan pengamanan presiden (Paspampres) iring-iringan mobil yang mengiringi dari belakang. (Baca: Naik Mercy, Jokowi Buka Pintu Kaca Mobil, Warga Rebutan Menyapa)


Ada juga Paspampres menggunakan motor. Iring-iringan rombongan Jokowi bertambah banyak dengan ditambah iring-iringan mobil yang digunakan para wartawan.


Jokowi pertama kali menjajal sedan Mercedes Benz berwarna hitam bernomor polisi B 1190 RFS itu saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II di Hotel Whiiz di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (23/8/2014). (Baca: Jokowi Jajal Mobil Sedan Mercedes Benz)


Pagi itu, Jokowi ini keluar dari rumah dinas kegubernuran di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat pada pukul 10.00 WIB. Jika biasanya ia menumpang Toyota Kijang Innova berwarna hitam dengan nomor polisi B 1124 BH, Jokowi ia menaiki Mercy antipeluru yang disediakan Sekretariat Negara dan Paspampres.


Soal pakaian yang dikenakan pada hari itu Jokowi mengatakan sekadar untuk variasi. Ia mengatakan dalam berbusana tetap mempertahankan ciri khasnya yaitu baju putih. 'Ada (ciri khasnya), ya putih itu,' katanya.


Saat ditanya apakah Jokowi akan menggunakan setelan safari, Jokowi tetap memilih kemeja putih. 'Nggak, ya putih itu. Baru dirancang oleh designer,' kata Jokowi.


Menurutnya, sang designer kemeja adalah dirinya sendiri dan seorang tukang jahit. Lebih lanjut saat ditanya jika menghadiri acara internasiona,l Jokowi mengaku masih bingung akan mengenakan pakaian apa. (Baca: Jokowi Mendadak Jadi Desainer Baju Pribadi)


'Ya belum tahu, belum menentukan. Bisa saja batik. Bisa saja ini (jas). Tapi yang jelas karakter Indonesia-nya harus hadir. Identitas Indonesia harus ada,' kata Jokowi.


Kalkulasi BBMDitanya mengenai subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang membebani keuangan negara, Jokowi mengaku masih menghitung rencana penghapusan subsidi. Menurutnya subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah sebesar Rp 300 triliun per tahun, justru dinikmati masyarakat menengah ke atas.


'Semunya dalam tahap kalkulasi. Tapi yang jelas memang ruang fiskal yang ada tak memungkinkan kita membangun secara cepat. Jadi kita harus tahu subsidi BBM itu dinikmati 70 persen yang memakai mobil,' kata Jokowi.


Ditegaskan, subsidi BBM tersebut bakal dialihkan ke sektor-sektor yang lebih produktif seperti subsidi untuk petani, nelayan dan UKM. Selain itu, Jokowi menambahkan pemerintah mendatang bakal mengalihkan penggunaan BBM ke bahan bakar gas dan batubara, terutama untuk pembangkit listrik milik PLN.


'Oleh karena itu harus segera menyegarkan infrastruktur pipa untuk gas, karena itu industri sangat murah, daya saing negara dan daya saing produk-produk yang kita punya bisa berkompetisi di pasar dunia. Semuanya tengah dihitung,' kata Jokowi.


Pakar ekonomi dari Universitas Atmajaya Jakarta, A Prasetyantoko, Jokowi-Jusuf Kalla mewarisi beban yang sangat berat dari pemerintahan SBY-Boediono, sehingga kemungkinan harus menaikkan harga BBM bersubsidi.


Menurut Prasetyantoko, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang dibacakan SBY pada 15 Agustus lalu sebenarnya menyisakan persoalan serius. Nota keuangan tersebut berpotensi melampaui minimal defisit fiskal 3 persen sebagaimana diamanatkan konstitusi.


'Maka dari itu, APBN 2015 akan mewarisi beban yang berat bagi Jokowi-JK,' kata Prasetyantoko di Jakarta, Sabtu . Menurutnya, volume konsumsi BBM terus meningkat, sedang undang-undang membatasi komsumsi BBM tidak boleh melampaui 46 juta kiloliter.


Menurut prediksi, pada Oktober atau November 2014, konsumsi BBM akan melampaui batas maksimal 46 juta kiloliter. Artinya, saat saat Jokowi-Jusuf Kalla dilantik, 20 Oktober 2014, akan langsung menghadapi kendala terkait keuangan negara.


'Dalam kondisi seperti itu, tidak ada pilihan lain bagi Jokowi-JK kecuali menaikkan harga BBM. Publik harus tahu, jika Jokowi-JK mengambil langkah menaikkan BBM semata-mata karena menanggung beban berat yang diwariskan pemerintahan SBY,' ujarnya.


Subsidi energi yang disusun pemerintahan SBY-Boediono di RAPBN 2015 sebesar kurang lebih 18 persen dari total pengeluaran. Itu masih ditambah 7,6 persen untuk membayar bunga utang.


Dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2015, subsidi BBM diproyeksikan mencapai Rp 291 triliun, naik dari pagu APBN-P 2014 sebesar Rp247 triliun. Besarnya subsidi BBM itu yang dianggap mempersempit ruang fiskal pemerintah. Artinya, pemerintah akan kekurangan dana untuk program-program pembangunan seperti untuk Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar, pembangunan infrastruktur, hingga pembangunan tol laut. (tribunnews.com/wahyu aji)


Entities Related Keywords Authors Media Images 0

Tim Jokowi

Senin, 25 Agustus 2014 | 07:05 WIB



Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari saat konferensi pers di rumah dinas Gubernur, Jakarta (21/8). Dalam Konferensi pers Jokowi mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan atas sidang sengketa perselisihan hasil pemilu presiden. Tempo/Aditia Noviansyah


KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo memimpin rapat dengan Tim Transisi, Ahad malam, 24 Agustus 2014. Berdasarkan rapat, kata Jokowi, akhirnya diperoleh tiga opsi susunan kelembagaan dan kementerian. 'Ada tiga opsi yang nanti akan dijelaskan oleh Pak Andi,' kata Jokowi sebelum meninggalkan rumah Tim Transisi. (Baca: Bahas Kabinet, Jokowi Bakal Bertemu Ketua Umum). Deputi Tim Transisi, Andi Widjajanto, pun memaparkan tiga opsi tersebut. Pertama, seperti sudah diusulkan sejak satu pekan yang lalu, yakni tetap 34 kementerian seperti sekarang. Namun, nama kementerian ada yang diubah. Opsi ini diambil bila ruang manuver sisi anggaran Oktober-Desember 2014 sangat terbatas sehingga tak dimungkinkan melakukan restrukturasi perubahan anggaran. (Baca: Tim Transisi: Jabatan Menteri Wewenang Jokowi). Menurut Andi, opsi ini memfokuskan pada 31 urusan pemerintah yang tumpang tindih. Misalnya, urusan navigasi laut yang tersebar di 12 kementerian. Jokowi, ujar Andi, meminta kajian lebih mendalam, bahkan melakukan pembekuan program yang tumpang tindih. Setelah itu, baru kemudian diserahkan ke salah satu kementerian sehingga bisa lebih efektif. Opsi kedua, ada 27 kementerian. Mempelajari Undang Undang Dasar, kata Andi, ada tiga kementerian yang harus ada, yakni Kementerian Luar Negeri, Pertahanan, dan Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, ada tiga menteri yang pengubahannya harus lewat DPR, yakni Kementerian Agama, Hukum dan Kementerian Keuangan. Karena itulah, enam kementerian itu akan tetap ada. Sementara itu, kementerian lainnya akan dibuat sesuai dengan prioritas pemerintahan Jokowi-JK. Pilihan ketiga, kata Andi melanjutkan, ada dua pilihan, yakni 20 atau 24 kementerian. Sejumlah kementerian juga dibuat sesuai dengan kebutuhan. Dari semua opsi itu, menurut Andi, ada isu yang menonjol, antara lain, ihwal Kementerian Maritim. 'Hampir semua opsi memunculkan Kementerian Maritim,' ucapnya. (Baca: Tim Transisi Buka Komunikasi ke Partai Pro-Prabowo).


Dia menambahkan, semua opsi juga memandang perlu adanya Kementerian Kedaulatan Pangan yang mengurusi masalah pertanian, perikanan, dan perkebunan. Urusan pendidikan, masih menurut Andi, ada yang mengusulkan untuk memecah menjadi dua, yakni Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, dan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset. Kementerian Pendidikan Dasar mengurusi pondasi pendidikan dan pengetahuan anak-anak, sedangkan Kementerian Pendidikan Tinggi menjadi penyambung antara dunia pendidikan dengan industri dan kebutuhan lapangan kerja. Saat rapat, ujar Andi, Jokowi juga meminta kajian lebih dalam mengenai cara menguatkan presidensiil melalui penguatan lembaga Kantor Kepresidenan.


Andi juga menuturkan adanya usulan hadirnya lembaga Badan Penerimaan Negara yang menggabungkan pajak dan bea cukai, atau wewenang untuk melakukan pengawasan, misalnya pengawasan program pembangunan, pengawasan keuangan dalam bentuk audit atau pengawasan kinerja aparatur sipil negara. (Baca: Kabinet Jokowi-JK Diminta Bersih dari Soal HAM). SUNDARI


TERPOPULERJokowi Kalah Rapi Ketimbang PaspampresUnimog Milik Massa Prabowo Harganya Rp 1-2 Miliar Begini Spesifikasi Calon Tunggangan JokowiMobil Jokowi Antipeluru dan Tahan Ledakan


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Henry Chan Tim Jokowi

Ini Tiga Program Prioritas Jokowi


kompas.com/dani prabowo Presiden terpilih Joko Widodo


JAKARTA, KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM.com - Deputi Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, Andi Wijayanto mengatakan, Jokowi telah memilih tiga program yang akan menjadi prioritas di awal-awal pemerintahannya nanti. Program pertama adalah Indonesia sehat dan cerdas yang lebih diutamakan untuk masyarakat Indonesia di pedalaman. Yang kedua adalah pemenahan infrastruktur vital di daerah-daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 'Yang pertama sesuai yang sering digaungkan Pak Jokowi sewaktu kampanye, yaitu Indonesia sehat dan cerdas. Kedua infratruktur vital, yaitu jalan berada di titik nadi di pulau-pulau,' kata Andi di kantor Transisi di Jalan Situbondo No 10 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2014). Program ketiga adalah revolusi mental. Untum program ini, kata Andi, tidak akan membutuhkan proyek khusus seperti program-program lain. Menurut dia, hal ini akan diterapkan sendiri oleh Jokowi dengan menunjukkan kepibadiannya yang asli sebagai bentuk representasi dari budaya bangsa. Andi mengakui hingga saat ini Tim Transisi masih dalam pengupayaan agar program-program Jokowi yang tengah dirumuskan oleh Kelompok Kerja (Pokja) bisa dimasukkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Bila hal ini masih terhambat, menurut Andi, pemerintahan Jokowi nanti akan berusaha memasukkan program-program unggulan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) nantinya. 'Dengan proses legislasi akan kita upayakan masuk ke APBN. Kalau ini belum optimal maka akan kita akan memunculkan APBN-P, kalau bisa untuk semua program,' ucap Andi.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0