Berita Terkait
INILAHCOM, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) kini menghadapi tekanan psiko-politik dari Koalisi Merah Putih di parlemen. Dukungan civil society (relawan dan komunitas-komunitas sosio-kultural) menjadi kunci agar Jokowi bisa bertahan dari gempuran parlemen yang dikuasai koalisi oposisi. Bagaimana kemungkinannya?
Ini bukan perkara mudah. Tak jelas, apakah pikiran Jokowi bisa ''nyandak'' atau tidak? Apakah pemikirannya jauh ke depan atau hanya minimalis saja? ''Yang kita cemaskan, Jokowi sak tekane wae, sebatas kemampuannya saja. Itu membuka peluang bagi Koalisi Merah Putih untuk mendesaknya sampai ke ujung terowongan hingga menyerah, kalah,'' kata Darmawan Sinayangsah, Direktur Freedom Foundation.
Oleh sebab itu, Kabinet Jokowi-JK harus diisi oleh profesional dan perwakilan dari partai politik yang professional. Tidak bisa tidak. Sebab parlemen mengawasi, menyelidiki dan mengontrol ketat atas visi-misi, program dan agenda Jokowi. 'Salah sedikit saja, ibaratnya terpeleset kulit pisang, Jokowi bisa jatuh atau dijatuhkan. Itu kekhawatiran saya,'' kata pengamat politik Karyono Wibowo, yang juga peneliti senior Indonesian Public Institute.
Yang jelas, ada upaya pecah belah di kubu Jokowi, terutama upaya pemisahan antara civil society dan parpol koalisi Jokowi. Padahal Jokowi tahu civil society ikut bekerja memenangkannya menjadi presiden.
Kini yang sedang berlangsung adalah disharmoni kekuatan rakyat yang mendukung Jokowi dam elite politik kubu Jokowi dengan beragam kepentingan. 'Mereka itu bukannya merumuskan program yang solutif dan memperkuat gerbong Jokowi tetapi malah membuat suasana kisruh dan tidak kondusif,' kata Karyono Wibowo, alumni GMNI.
Bahkan, tutur analis Frans Aba MA, mereka berupaya menjauhkan Jokowi dari civil society pendukungnya termasuk sistem memecah belah. Maka, koalisi pendukung Jokowi harus waspada dengan upaya pecah belah yang sistematis itu
Semua itu nantinya bisa membuat satu persatu kekuatan politik Jokowi terlucuti sampai pada satu titik dimana Jokowi akan kehilangan dan terlepas dari pendukungnya yang memiliki kekuatan politik secara nyata di dalam sistem demokrasi kita.
Sekali lagi, elemen penting yang menopang kemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam pilpres lalu adalah kehadiran banyak kelompok relawan. Para relawan yang tersebar di seluruh Indonesia inilah yang berada di garda terdepan mengajak masyarakat memilih Jokowi-JK, sekaligus menangkal berbagai isu negatif dan kampanye hitam.
Inisiatif dan kerja keras para relawan yang tanpa pamrih tersebut terbukti efektif. Bahkan upaya relawan yang terstruktur, sistematis, dan masif, harus diakui jauh melampaui kerja mesin partai pengusung Jokowi-JK, dan mengalahkan mesin koalisi parpol pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Kini Jokowi harus merenung diri: Koalisi Merah Putih sudah menguasai MPR/DPR, dan tak ada pilihan baginya kecuali membentuk Kabinet Kerja yang kredibel, menarik gerbong para tokoh civil society yang profesional, untuk memperkuat pemerintahannya agar tak dimakzulkan (di-impeach) di tengah jalan. Jokowi harus belajar dari kekuasaan Habibie, Gus Dur dan Megawati yang relatif sebentar dan patah di tengah roadmap kekuasaannya sendiri. [berbagai sumber]
Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Belum ada komentar untuk "Kabinet Jokowi dan Tekanan Koalisi Merah Putih - Inilah.com"
Post a Comment