Kabar Jokowi

Survei: Elektabilitas Prabowo di Jawa Barat Ungguli Jokowi


TRIBUNNEWS/HERUDIN Capres dari poros Gerindra, Prabowo Subianto berbincang dengan capres dari poros PDIP, Jokowi-JK saat acara pengundian dan penetapan nomor urut untuk pemilihan presiden Juli mendatang di kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2014). Pada pengundian ini, pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan nomor urut satu sedangkan Jokowi-JK nomor urut dua.


BANDUNG, KABARJOKOWI.BLOGSPOT.COM.com -- Popularitas calon Presiden nomor urut 2, Joko Widodo, mengungguli calon Presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto di Jawa Barat. Namun angka elektabilitas Prabowo berada di atas Jokowi.Hal itu berdasarkan hasil survei menggunakan metode Multi Stage Random Sampling yang dilakukan Rectroverso Institute selama rentang waktu 6 Juni hingga 14 Juni 2014 kepada 800 responden di 26 kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat.Pada hasil survei dari sisi ketenaran, nama seorang Jokowi unggul dengan angka 96 persen. Sementara Prabowo 93, 61 persen. Figur calon wakil presiden pun menunjukkan pasangan nomor urut 2 lebih tenar. Terbukti, Jusuf Kalla mendapat angka lebih besar, yakni 94 persen, sementara Hatta Rajasa, 90 persen. 'Popularitas Jokowi terbesar, 95 persen responden menyatakan jika mereka kenal,' kata Peneliti Rectroverso Institut, Zaenal Arifin saat konferensi pers di Bober Cafe, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (17/6/2014). Meski figur Jokowi dan JK terbilang tenar, namun masyarakat Jawa Barat ternyata cenderung memilih pasangan Prabowo-Hatta untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Hasil survei mengatakan, elektabilitas pasangan calon Prabowo-Hatta dipilih sebanyak 55,64 persen responden, sementara pasangan calon nomor urut 2 hanya 38,72 persen, sisanya 5,64 persen masuk dalam undecided voters. 'Meski mengenal tapi belum tentu memilih dan belum tentu suka. Tingkat keterpilihan bukan hanya popularitas, tetapi tingkat kesukaan dan tingkat kemampuan dalam memimpin,' ujarnya. Lebih lanjut Zaenal menambahkan, masyarakat Jawa Barat memilih figur Prabowo Subianto karena dua alasan, yaitu tegas dan menguasai permasalahan bangsa. Sementara Jokowi kurang dipilih oleh masyarakat Jawa Barat lantaran dianggap kurang tegas dan belum mampu memimpin Indonesia karena belum sukses memimpin DKI Jakarta sebagai seorang gubernur. 'Ada ketersambungan antara tingkat popularitas dan keterpilihan, Jokowi dianggap kemampuannya untuk memimpin Indonesia dinilai masih rendah,' ucapnya. Elektabilitas Jokowi-JK hampir kalah di setiap daerah pemilihan (Dapil) di Jawa Barat. Dari 9 Dapil yang ada, Jokowi-JK hanya mampu bersaing ketat di Dapil 5, Dapil 6 dan Dapil 8. 'Kecuali di Bogor, Bekasi, Cirebon dan Indramayu. Di sana cenderung imbang karena memang basis Jokowi dan pemilih PDI-P banyak di sana,' tuturnya. Meski elektabilitas Prabowo-Hatta unggul hampir di seluruh wilayah Jawa Barat, timses Jokowi-JK masih bisa mengubah kondisi tersebut. Pasalnya, 15 persen masyarakat Jawa Barat menyatakan bahwa kemungkinan akan mengubah pilihan pasangan capres dan cawapres pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang. Zaenal menjelaskan, ada tiga faktor yang bisa mempengaruhi 15 persen swing voters tersebut. Sebanyak 3 persen akan mengubah pilihannya jika ada kandidat lain memberi uang; 4 persen karena isu negatif, dan; 8 persen karena alasan lainnya seperti visi misi program yang menarik, hati nurani, melihat perkembangan situasi dan lain-lainnya. 'Debat calon presiden di televisi bagi masyarakat Jabar memang ada pengaruhnya, tetapi tidak signifikan. Tingkat perubahannya kecil,' akunya. 'Masih ada tiga minggu. Masih perlu kerja keras dari tim kampanye masing-masing pasangan sebelum hari H,' jelasnya. Untuk kenaikan tingkat elektabilitas, pasangan Prabowo-Hatta hanya naik sekitar 3 persen dari modal suara koalisi yang dimiliki sebelumnya yaitu 52 persen. Sementara Jokowi-JK cuma naik 1 persen dari modal suara koalisi di kisaran 37 persen. Dengan sampling error dalam survei yang mencapai 3,5 persen, pasangan Prabowo-Hatta kemungkinan bisa mencapai poin optimistis di kisaran angka 59 persen dan poin pesimistis di kisaran angka 53 persen. Sementara Pasangan Jokowi-JK bisa mencapai poin optimistis di kisaran angka 42 persen dan poin pesimistis di kisaran 36 persen.


Entities Related Keywords Authors Media Images 0
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Survei: Elektabilitas Prabowo di Jawa Barat Ungguli Jokowi dengan judul Survei: Elektabilitas Prabowo di Jawa Barat Ungguli Jokowi. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://kabarjokowi.blogspot.com/2014/06/survei-elektabilitas-prabowo-di-jawa.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: _ - Tuesday, June 17, 2014

Belum ada komentar untuk "Survei: Elektabilitas Prabowo di Jawa Barat Ungguli Jokowi"

Post a Comment